Senin, 28 November 2011

Bahagia Dengan Bersyukur

Jika Sahabat ditanya “apakah kamu bahagia?”
apa yang akan kamu jawab dan bagaimana kamu menjawabnya?

Apa sih bahagia itu?
Pasti masing-masing orang punya pendapat yang berbeda,  ada yang bilang ane bahagia kalo punya rumah gede,  mobil mewah dan uang yang banyak. Ada yang bilang juga,
Ane bahagia kalo punya anak banyak, dipuja banyak orang dan lain sebagainya.

Sebagian orang mendefinisikan bahagia adalah perasaan pada saat kita mendapatkan atau mencapai sesuatu,
dan itu dikatakan sukses. Jika kita masih mengartikan kebahagiaan seperti ini,
yang terjadi adalah saat ini kita pasti sedang tidak bahagia,
karena pasti saat ini kita sedang mengharapkan sesuatu yang nantinya akan membuat kita bahagia.
Dan pada saat sudah tercapai, yang ada hanyalah bahagia sesaat,
karena akan ada sumber-sumber kebahagian yang lain,
karna keinginan manusia tidak pernah ada habisnya, s
elalu ingin lagi dan lagi.

Apakah seperti ini yang namanya bahagia?

tentu saja bukan bahagia seperti ini yang kepingin dirasakan,
kalo Slankers bilang ”Hidup memang udah susah,
jadi jangan dibikin susah”. jelas bahwa sebenarnya manusia ingin hidupnya selalu bahagia.
so, bahagia itu apa sih sebenernya? buat saya bahagia itu ada di dalam diri setiap manusia,
perasaan yang sepenuhnya dikendalikan oleh masing-masing individu dan tidak terpengaruh oleh faktor eksternal.

Sahabat...
Kalau bahagia diukur dari faktor eksternal, seperti mobil, rumah, 

anak, uang yang banyak dan lainnya, kalau kita seumur hidup tidak pernah memilikinya, 
terus kapan dong kita AKAN BAHAGIA?

Seharusnya bahagia itu abadi di dalam diri kita,
dan kalau ditanya ” Apakah kita bahagia?”
jawabnya harusnya ”ya, saya bahagia”,
karena rasa bahagia itu bisa kita ciptakan, bagaimana caranya?
kita harus bersyukur, lihat semua yang kita miliki, teman, kesempatan menggapai ilmu,
bahkan pada saat ini kita sedang browsing internet, itu sebuah nikmat,
yang mungkin adalah impian orang lain.

menjawab ”ya, saya bahagia”
juga akan menjadi sebuah do’a atau dalam ilmu hypnosis dikatakan
bahwa setiap kata yang kita ucapkan akan terekam dalam alam bawah sadar dan semakin sering itu diucapkan,  apalagi dengan keterlibatan emosi, maka itu yang terjadi pada diri kita.

Atau bahkan secara ilmiah dapat dikatakan juga bahwa alam semesta ini terdiri dari energi,
maka tubuh, tanah, udara, dan semuanya adalah energi yang satu sama lainnya dapat terkait,
dan jika kita menginginkan sesuatu secara terus menerus,
maka alam semesta ini akan merespon dan membawa kita kepada keinginan tersebut.

di dalam film The Secret yang diangkat dari bukunya karya Rhonda Byrne,
ada kisah seorang wanita yang mengidap penyakit kanker dan dia berkata
”saya tidak akan pernah memikirkan kanker saya, biarkan hanya dokter saya yang memikirkannya”

dan setiap pagi dia selalu berucap syukur ”terima kasih tuhan, kau telah menyembuhkan penyakitku”
dan dia bersikap seolah-olah dia adalah orang yang sangat sehat,
dan cara itu berhasil sehingga dalam kurun waktu 3 bulan kankernya hilang tanpa operasi dan tanpa kemotherapy yang menyakitkan.

Allah S.W.T berfirman :
“Sesungguhnya jika kalian bersyukur, Kami pasti menambah (nikmat) kepada kalian.” 

(Q.S. Ibrahim : 8)


Sahabat...
hidup itu sederhana,
pililah jalan hidupmu
dan jangan menyesal dgn pilihanmu
maka kau akan menemukan kebahagiaanmu

ketika kamu tidak pernah bahagia
Sadarilah bahwa Hari ini
adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin.
Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa.
Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu.
Karena itulah kamu tidak pernah bahagia.

kita akan menjadi manusia yang berbahagia
jika kita mampu berbuat, melihat dan bersyukur atas hal-hal baik di kehidupan ini.
Juga, senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk yang pernah terjadi.
Dengan demikian, hidup kita bisa dipenuhi dengan keindahan, pengharapan, dan kedamaian.

“Bukan bahagia yang membuat kamu bersyukur,
melainkan bersyukur yang membuatmu bahagia.”


Jangan pernah kamu membanding-bandingkan hidupmu dengan orang lain
karena kamu tidak akan pernah bahagia dalam menjalani kehidupan
hingga kamu akan merasa “rumput tetangga terlihat lebih hijau”
dan menyebabkanmu tidak henti-hentinya takjub melihat kehidupan orang lain
Walhasil, kamu akan merasa kehidupanmu saat ini tidak lagi menyenangkan
apalagi membahagiakan.

kamu TIDAK AKAN BAHAGIA..
selama kamu LARUT DALAM KESEDIHAN..

Bertebaranlah dibumi Allah SWt
kejarlah ridha-Nya dan petunjuk-Nya

Yang lalu biarlah berlalu, tataplah masa
depan dengan Ikhlas & semangat yg baru..


So, Sekarang kalau Sahabat ditanya ”apakah anda bahagia?” apa yang akan dijawab, the choice is yours.

Semua Akan Berlalu

Pada suatu hari, sang raja meminta kepada tukang emasnya
yang sudah tua renta untuk menuliskan sesuatu di dalam cincinnya.

Raja berpesan, "Tuliskanlah sesuatu yang bisa kamu simpulkan
dari seluruh pengalaman & perjalanan hidupmu,
supaya itupun bisa menjadi pelajaran untuk hidup saya".

Berbulan-bulan si tukang emas yang tua itu membuat cincinnya,
lalu lebih sulitnya menuliskan apa yang penting di cincin emas yang kecil itu.
Akhirnya setelah berdoa & berpuasa, si tukang emas itupun menyerahkan cincinnya pada sang raja.
Dan dengan tersenyum, sang raja membaca tulisan kecil di cincin itu. Bunyinya, "SEMUA AKAN BERLALU".

Awalnya sang raja tidak terlalu paham dengan apa yang tertulis di sana.
Tapi, suatu ketika, tatkala menghadapi persoalan kerajaan yang pelik,
akhirnya ia membaca tulisan di cincin itu & ia pun menjadi lebih tenang,
“Semua akan berlalu!”. Dan tatkala ia sedang bersenang-senang,
ia pun tak sengaja membaca tulisan di cincin itu, lantas ia menjadi rendah hati kembali.

Sahabat..
Betul! Ketika Kamu lagi punya masalah besar ataupun sedang lagi kondisi terlalu gembira,
ingatlah kalimat itu, "Semua akan berlalu".

Kalimat ini, kalau direnungkan dengan bijak akan mengantarkan diri kita pada keseimbangan hidup. Tidak ada satupun yang langgeng. Jadi, ketika Kamu punya masalah, tidak lah perlu terlalu bersedih. Tapi, tatkala Kamu lagi senang, jangan terlalu kelewat senang.

Ingatlah....
apapun yang kau hadapi saat ini, semuanya akan berlalu.


Musim datang silih berganti, waktu berputar tanpa henti.
Dengan menyadari hakikat kehidupan ini insya Allah
kita akan mampu melewati setiap masa dengan sebuah kemenangan.

Kalau sobat bertanya "apa hakikat kehidupan?"
saya tidak akan menjawab ini. Cari dan temukan jawaban atas pertanyaan itu.
Dengan bimbingan-Nya semoga kita semua senantiasa dalam hidayah-Nya. Aamiin...

Mari Berbagi Kebahagiaan

Seorang pemuda berangkat kerja dipagi hari
Memanggil taksi, dan naik...

'Selamat pagi Pak,'...
katanya menyapa sang sopir taksi terlebih dulu...
'Pagi yg cerah bukan?'
sambungnya sambil tersenyum,...
lalu bersenandung kecil...
Sang sopir tersenyum melihat keceriaan penumpangnya,
dgn senang hati,

Ia melajukan taksinya...
Sesampainya ditempat tujuan..
Pemuda itu membayar dgn selembar 20ribuan,

'Kembaliannya buat bpk saja...
selamat bekerja Pak..' kata pemuda dgn senyum...
'Terima kasih...' jawab Pak sopir taksi dgn penuh syukur...

'Wah.. aku bisa sarapan dulu nih...
Pikir sopir taksi itu...
Dan ia pun menuju kesebuah warung.

'Biasa Pak?' tanya si mbok warung.
'Iya biasa.. Nasi sayur...
Tapi.. Pagi ini tambahkan sepotong ayam'..
jawab Pak sopir dgn tersenyum.

Dan, ketika membayar nasi ,
di tambahkannya seribu rupiah 'Buat jajan anaknya si mbok,..
'begitu katanya.

Dgn tambahan uang jajan seribu,
pagi itu anak si mbok berangkat kesekolah dgn senyum lebih lebar.

Ia bisa membeli 2 buah roti pagi ini...
Dan diberikannya pada temannya yg tdk punya bekal.

Begitulah cerita bisa berlanjut..
Bergulir sprt bola salju...

Pak sopir bisa lebih bahagia hari itu...
Begitu juga keluarga si mbok...
Teman2 si anak...
keluarga mrk...
Semua tertular kebahagiaan...

Kebahagiaan, sprt juga kesusahan,
bisa menular kpd siapa saja disekitar kita...

Kebahagiaan adalah sebuah pilihan...
Siapkah kita menularkan kebahagiaan hari ini??

Bisa menerima itu adalah berkah...
Tapi bisa memberi adalah anugerah....

Semoga sisa hidup kita selalu bahagia
dan membuat org lain bahagia dgn keberadaan kita,

Mari selalu berbagi, semoga ada arus membahagiakan yg terus berputar,
dan jgn pernah dengki dgn kebahagiaan yg dimiliki org lain,
apalagi berusaha menghilangkannya

Sahabat....
kita akan menjadi manusia yang berbahagia
jika kita mampu berbuat, melihat dan bersyukur atas hal-hal baik di kehidupan ini.
Juga, senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk yang pernah terjadi.
Dengan demikian, hidup kita bisa dipenuhi dengan keindahan, pengharapan, dan kedamaian.

Tesenyumanlah...
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa.
Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus,
bisa menjadi pencair hubungan yang beku,
pemberi semangat dalam keputusasaan,
pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa
yang resah.

Senyuman juga merupakan isyarat
untuk membuka diri dengan dunia sekeliling
kita. Kapan terakhir kali kamu menghadiahkan senyuman manis
pada orang yang kamu kasihi?


Sahabat, Cobalah hadapi dengan tersenyum. ^ ^
Senyuman itu menggerakkan 17 otot wajah..

Sementara cemberut atau marah membutuhkan
tarikan 32 otot wajah (kata seorang dokter)

Tersenyumlah Saudaraku..
Karena senyuman membuat peredaran darah menjadi lebih baik
Karena senyuman membuat hati menjadi lebih ceria

Dan jika kamu tidak memulai hari ini dengan senyuman,
belum terlambat untuk mencobanya pada hari esok.. ^_^

Sahabat....
Berbagilah hari ini. 

Berbagilah untuk setiap kebahagiaan
yang engkau rasakan di hati.
Tak perlu kau ukur dengan besar atau kecilnya nilai berbagi itu.
Berbagilah walau sekedar berwajah ceria dan sepatah kata sapa dan salam.
 

Tetaplah berbagi dan tersenyum 
dalam rangka mensyukuri segala anugerah-Nya hari ini.
Tetaplah berbagi dan tersenyum layaknya mentari yang tak menunda hadirnya
meski mendung menyelimuti indah sinarnya hari ini.

Sahabat..
kamu juga bisa berbagi cinta..
karena itu lebih bermakna dibandingkan dengan sesuatu yang kasat mata.
Berbagilah cinta, maka kehidupan Anda akan lebih bermakna.
Berbagilah cinta agar orang lain merasakan keberadaan anda di dunia.

Merasa Takut Kehilangan

Seorang anak yang tengah dirawat di Rumah Sakit
karena mengidap penyakit kelainan pada paru-parunya,
bertanya kepada kedua orangtuanya.
“Papa Mama lebih takut kehilangan aku atau sama yang menciptakan aku?”

Kedua orangtuanya terkejut begitu mendengar pertanyaan anaknya,
hingga akhirnya mereka mencoba memberikan jawaban.
Meskipun akhirnya linangan air mata yang lebih dahulu membasahi wajah mereka.  “Kami memang tidak ingin kehilangan kamu,  tapi kami juga lebih takut kehilangan Allah yang telah menitipkan kamu.”

Si anak kemudian tersenyum bahagia setelah mendengar jawaban kedua orangtuanya...
dan tak lama kemudian si anak meninggal dunia dengan senyum yang begitu indah,
sungguh terlihat ketenangan yang menghiasi raut wajahnya.

Di dalam segenggam hati manusia, pada dasarnya
mereka masih menyimpan rasa takut kehilangan kepada orang-orang yang disayanginya.
Namun saat sebuah pilihan diberikan dan harus segera mendapatkan jawaban,
maka suara hati yang suci akan berusaha mengatakan kepada kita tentang hal yang sesungguhnya.

Dan sesungguhnya keadaan seperti ini telah dijelaskan di dalam Al Qur’an. Tentang kisah perjalanan hidup dari Nabi Ibrahim, saat dimana Nabi Ibrahim diminta untuk mengorbankan rasa cintanya kepada anaknya yaitu Nabi Ismail. Dan sekaligus untuk mengetahui akan seberapa besar Nabi Ibrahim meletakkan rasa cintanya yang sesungguhnya kepada Allah.

Seperti itulah cara Allah menguji kesetiaan hamba-Nya yang pernah berjanji
dan bahkan seringkali mengungkapkan akan rasa cinta mereka kepada-Nya.


Lalu bagaimana halnya dengan komitmen kita yang hampir setiap saat berjanji kepada Allah
melalui serangkaian bacaan Iftitah dan kalimat Syahadat yang seringkali kita baca dalam hampir setiap sholat?

Serangkaian kalimat yang syarat dengan janji antara seorang hamba dengan Sang Maha Penciptanya,
namun seiring itu juga, janji tersebut mulai terlupakan atau mungkin hanya menjadi kalimat pelengkap di dalam sholat.

Nasehat Pelipur Lara

Sahabat...
Mungkin dulu ada masa-masa  indah hadir mengisi kehidupan mu,
Ketika masa  itu  berlalu, mengapa  harus bersedih?

Mungkin dulu ada kisah-kisah indah yang terajut mesra di jiwamu ,
Ketika kisah itu harus  berakhir mengapa harus disesali?

Mungkin dulu  ada hari-hari indah penuh senyuman mewarnai  hari-harimu  ,
Ketika semua  meninggalkanmu, mengapa harus  terhanyut  didalamnya?

Bukankah hidup itu bagaikan sebuah roda putaran, ?
ada masa datang dan ada masa pergi

Senang dan susah, sedih dan gembira adalah sebuah ritme kehidupan
Yang datang silih berganti, serta tak mungkin dihindari,

Bersenang-senanglah dikala susah, bergembiralah manakala sedih,

Mungkin esok lusa  engkau  akan bertemu dengan Kesenangan dan kegembiraan

Sahabat...
Bila dirimu tidak mampu melupakan duka
Maka cobalah bersahabat dengannya,

Dikala  kamu mampu mengambil hikmahnya
Saat itu kamuu akan bersyukur

Betapa indahnya hari-harimu  yang telah lalu ,
betapapun  pahitnya Ia  adalah obat bagimu, sebuah penawar  kehidupanmu,

Yang dengannya engkau menikmati manisnya iman...
Sesuatu yang awalnya pahit yang akhirnya berbuah manis

Sahabat...
Dari air kita belajar ketenangan.
Dari batu kita belajar ketegaran.
Dari lebah kita belajar memberikan  
banyak manfaat bagi sesama.
Dari kupu-kupu kita belajar merubah diri.
Dari padi kita belajar rendah hati'

Dari ALLAH kita belajar tentang kasih sayang  yang sempurna.

Sahabat...
lihatlah keatas agar kamu memperoleh semangat untuk maju.
Lihatlah ke bawah, agar kamu bersyukur atas semua nikmat yang kita dapat.
lihatlah ke samping agar kamu memperoleh semangat ukuwah dan kebersamaan.
lihatlah ke belakang agar kamu bisa menjadikannya pengalaman yang berharga.
lihatlah ke dalam agar kamu bisa selaluinterospeksi diri.

Bila kau berduka cita mengacalah pada lubuk hati,
disana kau bakal menemui bahwa engkau sedang menangisi sesuatu yang pernah engkau syukuri...

Dibalik tangis itu ada kebahagiaan
Dibalik tangis itu ada senyuman..
Dibalik tangis itu ada anugerah...

Alangkah bahagianya hati yang duka
yang bisa menyanyikan lagu kebahagiaan dengan hati yang gembira...

***

Apakah engkau sepertiku  putra kegelapan hatiku?
Apakah engkau juga merenung seperti pikiran-pikiran  liarku?
Dan berucap dengan bahasa yang luas
karena engkau telah membentangkan cakrawala
dan aku membentangkan jiwaku

dan saat kebahagiaanku tiba
aku merengkuhnya dalam pelukan
dan berdiri tegak
di ketinggian sambil berteriak
kemarilah-kemarilah !

karena kebahagian telah datang padaku hari ini
datanglah dan saksikanlah
sesuatu yang membahagiakan itu tersenyum di mentari
lalu kubisikkan kata

"selamat tinggal kegelapan"

Air Mata Pembawa Berkah

Menangis adalah simbol kejujuran. Apa lagi ketika seorang hamba menangis memohon ampun atas segala dosa-dosanya, menangislah sepuas hatimu, nikmatilah karena tidak selamanya orang bisa menangis. Mungkin banyak orang yang menganggap mereka yang hobi menangis sering kali dilabeli sebagai orang cengeng.

padahal jika kita menyadari Cengeng terhadap Sang pencipta adalah suatu hal yang positif dan malah sebaliknya cengeng terhadap makhluk Allah SWT adalah suatu hal negatif, yang alangkah baiknya kita hindari :-)

Sahabat...
Orang-orang yang gampang berderai air matanya ketika terharu mengingat dan merindukan Tuhannya,
air mata itu akan melicinkannya menembus surga.
Air mata yang tumpah karena menangisi dosa masa masa lalu akan memadamkan api neraka.

Itulah air mata tobat pembawa berkah dari seorang hamba 
yang benar-benar tulus dari hatinya yang paling dalam
air mata tobat ini menjadikannya hamba yang dirahmati oleh Tuhannya
Dan selama hayat masih dikandung badan, pintu taubat senantiasa dibuka,
Lain halnya jika sakaratul maut telah tiba, permohonan maaf hanya sebatas kata
yang tidak ada arti apa2


Nabi Muhammad SAW bersabda "Ada mata yang diharamkan masuk neraka,
yaitu mata yang tidak tidur semalaman dalam perjuangan fisabilillah
dan mata yang menangis karena takut kepada Allah."

Seorang sufi pernah mengatakan, jika seseorang tidak pernah menangis,
dikhawatirkan hatinya gersang. Salah satu kebiasaan para sufi ialah menangis.
Beberapa sufi mata dan mukanya menjadi cacat karena air mata yang selalu berderai.

Allah yang maha pengasih memuji orang menangis.
"Dan, mereka menyungkurkan wajah sambil menangis
dan mereka bertambah khusyuk." (QS Al-Isra' [17]:109).
Nabi Muhammad SAW juga pernah berpesan, 
"Jika kalian hendak selamat, jagalah lidahmu dan tangisilah dosa-dosamu."


Sahabat..
Mereka hadir di bumi langsung menangis,
sementara orang-orang di sekitarnya tertawa bahagia.
Jika meninggal dunia ia tersenyum, sementara orang-orang di sekitarnya menangis karena sedih ditinggalkan.
Merekalah kumpulan orang-orang yang beruntung
yang dengan kehadirannya didunia memberi maslahat 

kepada banyak umat manusia

kita perlu membayangkan ketika nanti meninggal dunia,
apakah akan lebih banyak orang mengiringi kepergian kita
dengan tangis kesedihan atau dengan tawa kegembiraan.
Jika air mata kerinduan terhadap Tuhan tidak pernah lagi terurai,
apalagi jika air mata selalu kering di atas tumpukan dosa dan maksiat,
kita perlu segera melakukan introspeksi.


Apakah mata kita sudah mulai bersahabat dengan surga & neraka.
atau mata ini sudah enggan untuk menitikkan air mata
karena hati sudah gersang dan beku tidak bisa merasakan
indahnya syurga dan pedihnya kehidupan di neraka

Semoga kita bisa menjadi hamba yang Tulus beribadah kepada Tuhan, tidak mengharapkan pujian orang lain
hanya mengharap Rahmat Tuhan, agar Sang khalik berkenan menempatkan kita pada syurga yang dijanjikan oleh mereka-mereka yang bertaqwa dan beramal shalih kepada Tuhannya.. 

Semoga Kamu Memahami

Sungguh hati akan terasa sedih saat kamu berkata jujur pada temanmu
Tapi Dia begitu mudah berkata dusta saat dia telah berjanji padamu
Tapi dia selalu mengingkarinya saat kau memberikan perhatian
Namun tidak sedikitpun dia menghargainya

Sahabat..
Sabarlah, Jangan pernah kamu menyesali atas apa yang terjadi dalam hidupmu
Sebenarnya hal-hal yang engkau alami sedang mengajarimu..

Saat temanmu berdusta padamu atau tidak menepati janjinya padamu atau
Tidak menghargai perhatian yang engkau berikan,
Sebenarnya Dia telah mengajarimu agar kamu tidak berperilaku seperti Dia

Sahabat..
Bila kamu dibutuhkan hanya pada saat dia sedang KESULITAN
Sebenarnya juga SUDAH MENGAJARIMU UNTUK SELALU MENJADI ARIF dan SANTUN,

Begitu banyak hal yang tidak menyenangkan
Yang silih berganti kamu alami, ataupun
Bertemu dengan orang-orang yang menjengkelkan, egois, dan sikap yang tidak mengenakkan.
Dan betapa tidak menyenangkan menjadi orang yang dikecewakan, disakiti, tidak diperdulikan atau dicuekin,
Atau bahkan dicaci maki dan dihina.

BIARLAH JANGAN KAMU MEMBALASNYA...
Sebenarnya orang-orang tersebut sedang MENGAJARIMU
Untuk Melatih MEMBERSIHKAN HATI dan JIWA
MELATIH untuk menjadi ORANG YANG SABAR
Dan MENGAJARIMU UNTUK TIDAK BERPERILAKU DEMIKIAN.
Itu semua diperlukan agar kelaK DIRIMU MENJADI INDAH.