Janji Sang Optimis
Aku berjanji: menjadi kuat sehingga tak ada yang bisa mengganggu ketenangan pikiranku.
Aku berjanji: selalu berbicara tentang kesehatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan kepada setiap orang yang aku temui.
Aku berjanji: membuat semua temanku merasa ada sesuatu yang berharga dalam diri mereka.
Aku berjanji: melihat sisi baik segala sesuatu dan mewujudkan optimismeku.
Aku berjanji: berpikir hanya yang terbaik, bekerja hanya untuk yang terbaik, dan mengharapkan hanya yang terbaik.
Aku berjanji: bersikap sama bersemangatnya tentang kesuksesan orang lain seperti tentang kesuksesanku sendiri.
Aku berjanji: melupakan kesalahan masa lalu dan terus maju dalam pencapaian yang lebih besar di masa depan.
Aku berjanji: berwajah ceria setiap saat dan tersenyum kepada setiap makhluk hidup yang aku temui.
Aku berjanji: memberikan begitu banyak waktu untuk perbaikan diri sendiri sehingga aku tak punya waktu lagi untuk mengkritik orang lain.
Aku berjanji: menjadi terlalu bijaksana untuk khawatir, terlalu mulia untuk marah, terlalu kuat untuk takut, dan terlalu bahagia untuk membiarkan ada masalah.
Aku berjanji: berpikir baik tentang diri sendiri dan menyatakan fakta ini pada dunia, bukan dengan perkataan sombong tapi dengan tindakan yang mulia.
Aku berjanji: hidup dengan keyakinan bahwa seluruh dunia memihakku selama aku selalu memberikan upaya terbaikku.
Aku berjanji: melaksanakan semua janjiku dengan segenap keyakinanku, jiwa dan ragaku.
Kamis, 16 Juni 2011
Motivasi di Awal Hari
Setiap pagi setelah kita baru bangun tidur, apa yang pertama terlintas di benak kita?
Atau apa yang pertama kali kita lakukan?
Apa yang menjadi kebiasaan setiap orang dalam memulai setiap hari dalam hidup?
Jawabannya pasti berbeda-beda.
Tahukah kita bahwa perbedaan jawaban dari setiap pertanyaan di atas adalah salah satu hal utama yang membedakan kwalitas hidup dari setiap orang.
Jika anda seorang muslim yang taat mungkin salah satu jawabannya adalah sholat shubuh.
Yang mungkin juga berdoa atau meditasi untuk keyakinan lain.
Itu untuk jawaban dari pertanyaan kedua.
Bagaimana dengan yang yang pertama 'Apa yang paling pertama terlintas di pikiran anda?'
Saya sangat menyarankan bahwa jawabannya adalah 'bersyukur'.
Bersyukur adalah salah satu wujud penerimaan dalam konteks yang baik atas segala apa yang kita terima. Atas yang terjadi dalam pengalaman kita. Mungkin telah terjadi atau sedang terjadi. Namun, kita juga dapat mensyukuri apa yang kita ekspektasikan akan terjadi. Dan bersyukur pun bukan hanya atas segala hal yang kita kira baik atau hanya yang menyenangkan kita. Namun benar-benar atas segala hal.
Jika tadi malam ponsel kita hilang atau rusak, apakah kita dapat merasakan syukur atau apakah kita dapat berpikir tentang hal-hal yang kita syukuri sebagai hal yang pertama kali kita pikirkan saat kita bangun pagi?
Atau sesuatu berjalan tidak sesuai rencana kita, atau kita mempunyai setumpuk utang yang harus dibayar, atau bla, bla, bla.com dsb.
Saat semua terjadi biasanya hal yang pertama kali terlintas di benak kita waktu kita baru bangun pastilah mengeluh. (Mudah-mudahan anda yang sedang membaca catatan ini tidak demikian :) Atau kesal, mungkin juga takut, bete.org atau apalh yang sebangsa dengan mereka.
Mengapa saat di hari kemarin semua berjalan baik-baik saja kita tidak bersyukur. Berterima kasih. Merasakan anugerah dan berkah. Mengapa kalau semuanya terjadi 'kurang menyenangkan' kemarin, pagi ini kita tidak mampu merasakan syukur sebagai hal yang pertama kali terlintas di benak?
Mengapa tidak dibalik saja? Kalau semua berjalan oke-oke saja, baik itu koneksi internet yg ok, gaji yg dibayar tepat waktu, atau mungkin listrik yang terus menyala, dll. Kita bisa bersyukur di pagi kita yg indah. Lalu mungkin di saat kebalikannya kita hanya merasakan 'biasa'. Bahkan jika hal-hal yg tampak kurang bagus itu terjadi kita tetap dapat bersyukur.
Sebagai contoh saat kita jatuh sakit. Syukurilah sedalam-dalamnya saat-saat kita dalam keadaan sehat bugar. Dan bayangkan serta berterima kasihlah dengan segenap rasa saat kita sembuh dari sakit ini.
Saat koneksi internet yang lelet bin lamabangetloadingnya terjadi, seharusnya kita bersyukur kemarin koneksi internetnya cepet.tuh :p Kapan pun saat semuanya berjalan biasa, BERSYUKURlah. Saat semua relatif 'kurang oke' BIASA ajalah. Malahan, jika kita mampu tetaplah bersyukur selalu.
Pikirkan betapa baiknya saat semuanya kembali membaik. Ok?
Jadi...., rasakanlah syukur yang mendalam sedini kita bangun pagi setiap harinya. Pikirkanlah hanya hal-hal yang baik. Dan jadikan sebagai kebiasaan. Mungkin tidak mudah untuk yang tidak terbiasa. So...., BIASAKANlah.
Mulailah hari dengan syukur dan doa.
Atau apa yang pertama kali kita lakukan?
Apa yang menjadi kebiasaan setiap orang dalam memulai setiap hari dalam hidup?
Jawabannya pasti berbeda-beda.
Tahukah kita bahwa perbedaan jawaban dari setiap pertanyaan di atas adalah salah satu hal utama yang membedakan kwalitas hidup dari setiap orang.
Jika anda seorang muslim yang taat mungkin salah satu jawabannya adalah sholat shubuh.
Yang mungkin juga berdoa atau meditasi untuk keyakinan lain.
Itu untuk jawaban dari pertanyaan kedua.
Bagaimana dengan yang yang pertama 'Apa yang paling pertama terlintas di pikiran anda?'
Saya sangat menyarankan bahwa jawabannya adalah 'bersyukur'.
Bersyukur adalah salah satu wujud penerimaan dalam konteks yang baik atas segala apa yang kita terima. Atas yang terjadi dalam pengalaman kita. Mungkin telah terjadi atau sedang terjadi. Namun, kita juga dapat mensyukuri apa yang kita ekspektasikan akan terjadi. Dan bersyukur pun bukan hanya atas segala hal yang kita kira baik atau hanya yang menyenangkan kita. Namun benar-benar atas segala hal.
Jika tadi malam ponsel kita hilang atau rusak, apakah kita dapat merasakan syukur atau apakah kita dapat berpikir tentang hal-hal yang kita syukuri sebagai hal yang pertama kali kita pikirkan saat kita bangun pagi?
Atau sesuatu berjalan tidak sesuai rencana kita, atau kita mempunyai setumpuk utang yang harus dibayar, atau bla, bla, bla.com dsb.
Saat semua terjadi biasanya hal yang pertama kali terlintas di benak kita waktu kita baru bangun pastilah mengeluh. (Mudah-mudahan anda yang sedang membaca catatan ini tidak demikian :) Atau kesal, mungkin juga takut, bete.org atau apalh yang sebangsa dengan mereka.
Mengapa saat di hari kemarin semua berjalan baik-baik saja kita tidak bersyukur. Berterima kasih. Merasakan anugerah dan berkah. Mengapa kalau semuanya terjadi 'kurang menyenangkan' kemarin, pagi ini kita tidak mampu merasakan syukur sebagai hal yang pertama kali terlintas di benak?
Mengapa tidak dibalik saja? Kalau semua berjalan oke-oke saja, baik itu koneksi internet yg ok, gaji yg dibayar tepat waktu, atau mungkin listrik yang terus menyala, dll. Kita bisa bersyukur di pagi kita yg indah. Lalu mungkin di saat kebalikannya kita hanya merasakan 'biasa'. Bahkan jika hal-hal yg tampak kurang bagus itu terjadi kita tetap dapat bersyukur.
Sebagai contoh saat kita jatuh sakit. Syukurilah sedalam-dalamnya saat-saat kita dalam keadaan sehat bugar. Dan bayangkan serta berterima kasihlah dengan segenap rasa saat kita sembuh dari sakit ini.
Saat koneksi internet yang lelet bin lamabangetloadingnya terjadi, seharusnya kita bersyukur kemarin koneksi internetnya cepet.tuh :p Kapan pun saat semuanya berjalan biasa, BERSYUKURlah. Saat semua relatif 'kurang oke' BIASA ajalah. Malahan, jika kita mampu tetaplah bersyukur selalu.
Pikirkan betapa baiknya saat semuanya kembali membaik. Ok?
Jadi...., rasakanlah syukur yang mendalam sedini kita bangun pagi setiap harinya. Pikirkanlah hanya hal-hal yang baik. Dan jadikan sebagai kebiasaan. Mungkin tidak mudah untuk yang tidak terbiasa. So...., BIASAKANlah.
Mulailah hari dengan syukur dan doa.
Selangkah Lagi Maju, Kenapa harus Berhenti?
“Kemajuan sering menjadi milik orang lain, karena kita tak meneruskan pekerjaan dan berhenti ditengah jalan”.
Banyak orang mundur dan berhenti ditengah jalan, ketika sedang mengerjakan sesuatu, padahal mungkin saja selangkah lagi maju. Misalnya, kuliah selangkah lagi lulus, tinggal skripsi. Penulisan sebentar lagi jadi buku, tinggal bab terakhir. Usaha, sedikit lagi jalan, tinggal butuh kesabaran. Namun karena mundur, akhirnya kuliah, buku serta usaha menjadi tak sukses.
Yang saya khawatirkan, bukan sekedar mundur atau berhentinya, namun yang ditakutkan. Kita bisa terjangkit sifat kelembaman, dimana bila seseorang terkena kelembaman, ia bisa terus malas, sehingga apabila tak ada orang yang membangkitkan kembali, tujuan akhir tak tercapai.
Dalam ilmu fisika, hukum kelembaman itu, intinya, yaitu apabila benda diam dalam satu tempat dan tidak ada gesekan atau gesekannya nol, benda tersebut akan diam terus. Begitu juga ketika benda tersebut bergerak, dan tidak ada gesekan, benda tersebut akan terus bergerak.
Maka, ketika suatu benda bergerak terus agar berhenti, perlu rem yang menghentikan pergerakannya. Sebaliknya, bagi benda yang diam terus, diperlukan energi untuk menggerakan.
Begitu juga dalam kehidupan manusia, ketika seseorang diam terus dirumah, dan tak ada kegiatan, orang tersebut bisa semakin malas, ide-ide untuk bekerja menjadi hilang, tak ada inovasi, tak ada kegiatan apa pun, yang ada maunya tidur, paling banter makan. Sehingga tidur makan, tidur makan—merupakan kegiatan sehari-hari—yang akhirnya bisa terkena sifat lembam, apalagi tak ada yang memotivasi.
Kegiatan tersebut banyak terlihat dalam kehidupan dimasyarakat luas. Suami meskipun sudah punya banyak anak, masih malas bekerja, karena merasa penghasilan sudah ditopang isteri dan orang tuanya. Perusahaan berjalan di tempat, karena pegawainya tak mau berubah. Pegawai pemerintah tetap menjalankan birokrasi ketat, karena menurut pengetahuannya, birokrasi bisa mengamankan peraturan yang dimanatkan undang-undang. Tukang sayur, tukang beca, polisi, pegawai pengadilan tetap saja berprilaku seperti biasanya. Tak ada perubahan yang berarti, ketika pola kegiatannya tak ada yang merubah.
Kecuali pola tersebut ada yang menggerakan, misalnya, dalam perusahaan ada pemimpin yang selalu belajar, sehingga bisa mendongkrak kemajuan. Dalam organisasi ada organisator yang bisa memberikan penyegaran dan memiliki visi kedepan, sehingga anggotanya mau bergerak mencapai sasaran. Dalam pembuatan filem, ada sineas, sutradara, sebagai pembaharu, yang mampu membuat film menjadi hidup. Dalam pembangunan, ada arsitek yang mampu merancang suatu bangunan menjadi kuat serta memikat.
Begitu juga dalam hidup perlu teman lain, yang mampu mendorong dan memberikan inspirasi bagi kemajuan pribadi dan peningkatan karier, serta kemajuan lainnya.
Sehingga, kata orang bijak, kita jangan berlama-lama berdiam diri, otak kita menjadi tumpul. Juga jangan kelamaan menganggur, ilmunya akan hilang, serta kelamaan tak olah raga, badan keburu sakit, kelamaan merenung, malah akan menambah stres. Karena itu, sebaiknya, kita mulai berenang, supaya kita dapat menyelami dalamnya lautan. Mulai Bekerja sambil belajar, supaya kita berpengalaman dan berkembang. Dan menggali terus, siapa tahu dibalik cangkulan terakhir itu ada emas, mengamalkan ilmu walaupun satu ayat, sehingga bisa membawa kehidupan yang lebih baik dan bermakna.
Banyak orang tak berhasil karena berhenti ditengah jalan, ketika mengerjakan sesuatu. Misalnya, pedagang bubur berhenti karena tak laku, begitu juga pedagang bakso berhenti berdagang karena tak kuat menghadapi persaingan. Dokter lupa praktek, karena jadi politikus, dan bisa saja seorang insinyur pertanian, akan lupa bertani, ketika lebih banyak bekerja dibelakang meja, yang jarang berhubungan dengan petani.
Banyak lagi, di masyarakat yang memiliki keahlian tapi tak berguna, dan hidupnya terlunta-lunta, menanti belas kasihan orang lain, karena ia tak pernah mengimplementasikan ilmu. Padahal kalau ia mengamalkan, walaupun itu sedikit, pasti akan menghasilkan. Misalnya, bisa mencangkul, atau menggali saja kalau diamalkan akan menghasilkan uang, terlihat kuli gali banyak bekerja pada proyek-proyek pembangunan jalan. Demikian juga jika seseorang mampunya, hanya menggoes sepeda, ya bisa menjalankan ilmu itu, sedangkan yang mampunya berdagang, sebaiknya berdaganglah, apalagi mempunyai keahlian dibidang perbaikan mesin, perbengkelan mobil, perbaikan kulkas atau barang-barang elektronik, tinggal mau mengamalkan, pasti menghasilkan. Juga bagi keahlian lain, perlu mengamalkan ilmu agar berhasil. Bila mereka diam saja, ilmu yang dimiliki akan menjadi lembam dan hilang.
Untuk itu agar tidak lembam, ketika pekerjaan sedang berjalan, sebaiknya kita berusaha tak pelu berhenti dulu, tetapi perbaiki kekurangan kita, karena bisa saja selangkah lagi maju.
Dan ketika anda berhenti juga, ini menandakan anda masih tak sabaran dalam berusaha, belum konsisten, dalam melakukan sesuatu pekerjaan, yaitu berhenti sebelum mendapatkan hasil. Akhirnya sering terjadi, yang menikmati hasil, orang yang menggantikan. Sementara kita sendiri sering gigit jari,
Umumnya perusahaan yang tahan banting, biasanya mengalami kemajuan, karena perusahaan tersebut telah mengalami berbagai perjalanan pahit, telah makan asam garam, penuh lika-liku pengalaman. Apalagi perusahaan itu ditangani oleh orang yang cekatan, dan mempunyai tekad untuk maju.
Banyak perusahaan yang tadinya kecil, jadi perusahaan raksasa, contoh perusahan Toyota, awalnya perusahaan penghasil kendaraan truk dengan body dan mesinnya masih kasar, tetapi sekarang merupakan perusahaan ternama yang dipandang dunia. Bisa mengalahkan mobil-modil buatan Eropah. Begitu juga kita sering melihat usaha-usaha di sekitar kita, misalnya, pembuatan kaos, pembuatan spanduk, kursus, usaha sekolahan, semula tempat usahanya mengontrak, karena ditekuni, tempat bisa berubah menjadi milik sendiri.
Sehingga kalau begitu, agar tak lembam serta bisa mendatangkan kemajuan, sebaiknya kita perlu bergerak terus dan pantang menyerah dalam berjuang dan bekerja, kalau nda begitu, keberhasilan akan jadi milik orang lain.
Kekuatan dari Keikhlasan dan Berserah Diri
The POWER of SURRENDER: Bagaimana menyadarkan orang KOMA dengan kekuatan DOA.Begini ceritanya..
Masih diingat dengan sangat jelas dan nyata di pikiran saya.
Waktu itu, Jum’at 26 Mei 2007 ba’da Jum’at, saya mendadak dipanggil ke sebuah RS didekat daerah Brayan ,Medan.Saya sebenarnya udah males banget karena badan saya lagi gak enak beneran. Perut saya mules terus dari pagi. Tapi karena panggilan tugas jadi mau gak mau ya saya penuhi juga hehehe..
Mulanya saya berpikir ini adalah pasien yang terkena gangguan jin karena info yang saya terima dari orang yang menghubungi saya seperti itu.
Ternyata saya salah..!
Rupa rupanya saya dibawa ke ruang IGD dan pasien yang mau diobatin itu ternyata sedang
KOMA…!.
Ya jelas saya terkejut karena selama ini belum pernah dapat kasus yang seextrim ini.Tapi ya namanya terapis dan orangnya udah inta tolong banget ya saya harus tetap JAIM dong ..masa belum nyobain udah nyerah..gak mantap laa..
hehehe..
Pasiennya adalah seorang bayi berumur kira kira 3 tahunan . Dia koma sudah 4 hari. Keluarga sudah habis usaha. Dan sepertinya sudah pasrah apapun yang terjadi.
Saya juga agak ngeri laa..selain karena baru pertama kali nanganin kasus berat kaya gini, resiko dituduh malpraktik kalo tu anak malah meninggal ketika saya lagi ngobatin dia juga terbayang bayang dipikiran saya…hiiiiy.
Tapi ..
Saya tetap PD aja karena saya yakin semuanya sudah digariskan olehNya. Dengan keyakinan seperti itu saya mengatakan pada keluarganya terutama pada ibunya yang terus saja menangis, supaya apapun yang terjadi dia harus ikhlas menerimanya baik anaknya selamat atau tidak. Saya juga mengatakan bahwa saya akan berusaha yang terbaik sebisa saya dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah semata.Sepertinya keluarganya memahami apa yang saya ucapkan, sementara itu saya langsung berpikir tentang cara bagaimana cara menangani si pasien koma ini .
Saya tak diperbolehkan masuk oleh perawat, jadi saya gak bisa sama sekali menyentuh anak itu. Waduh..jadi gimana ya cara ngobatin ni anak?
Ting…!
Terbersit suatu ide..
Yaitu memberikan air doa saja saja. Saya kan ga boleh masuk dan menyentuh tu anak ne ceritanya. Jadi ya suruh aja ntar keluarganya yang mengoleskan air yang sudah saya doain dan habis cerita hehe..
Saya juga gak terlalu yakin dengan keampuhan doa saya karena saya juga habis akal menghadapi kasus ini .
Ya sudahlah ..tinggal didoain aja. Perkara tu anak sembuh or not itu kan urusan yang diatas bukan urusan saya ..iya kan..? kalo berhasil Alhamdulillah..kalo gak ya juga ga ada masalah..toh saya kan Cuma berusaha dalam doa semampu saya (Pasrah abis..)
Saya lalu meminta sebotol air lalu berdoa seperti ini:
‘Ya Allah ..mohon berikan lah yang terbaik buat anak yang koma ini (saya menyebutkan namanya) , jika masih masanya dia hidup maka sembuhkanlah dia secepat mungkin..jika memang sudah masanya dia kembali padaMU maka permudahlah ajalnya..Berikanlah yang terbaik..berikanlah yang terbaik..berikanlah yang terbaik..(saya membacanya berulang ulang sampai puas..)
Sebelumnya saya juga membaca beberapa ayat suci yang saya bisa sekhusyu’ yang saya bisa.
Apa yang terjadi..?
Sebagaimana anda tahu bahwa saya berada diluar ruangan bersama anggota anggota keluarganya . Tambah lagi saya gak boleh masuk dan si anak sudah koma selama 4 hari.Saking gawatnya, banyak juga anggota keluarga yang menginap dan tidur dilantai RS.Saya juga udah pasrah aja, apapun yang terjadi..
Begitu saya selesai berdoa, eh..tiba tiba si anak yang koma itu sadar..! dan memanggil manggil ibunya. Sang ibu pun dengan penuh air mata kebahagiaan pun segera berlari mendatangi anaknya.. Pihak keluarga pun jadi heboh dan sangat heran termasuk saya. Kok langsung sadar? gimana ceritanya? Padahal itu air belum lagi dioleskan ke tubuh ya kan..?
Keluarga pun langsung mengurus kepulangan anak itu dan saya pun jadi agak ‘terlupakan’ hehehe..
Tapi gak masalah kok. Yang penting dia udah sembuh dan sehat seperti sedia kala.Kabar terakhir yang saya dengar anak itu udah sehat dan bisa beraktivitas dengan normal.
Yang masih membuat saya bingung adalah kenapa bisa berhasil ya tu doa?. Padahal kan saya bukannya orang yang sangat saleh ? Karena yang saya tau kejadian SPONTANEOUS HEALING seperti itu hanya bisa dilakukan oleh orang orang yang dalam sejarah dikenal memililki kematangan spiritual atau kesaktian yang tinggi sedangkan saya? Wah..jauh banget..!
Setelah membaca buku buku tentang doa, kekuatan pikiran dan yang sejenisnya barulah saya tahu bahwa tanpa sadar saya sudah ke zona ikhlas atau kondisi gelombang alpha yang sangat dalam dimana jika kita menginginkan (mengafirmasikan) sesuatu dalam zona atau gelombang otak ini maka seketika akan langsung terjadi atau minimal sangat cepat hadir dalam realitas kehidupan kita.
Ooo..
Pantesan..
Disebutkan bahwa tidak mesti jadi orang yang sangat alim baru doa kita terkabul. Yg penting adalah kita berdoa sepenuh jiwa dan mengikhlaskan keinginan kita itu serta berharap yang terbaik dariNya maka jawaban dari doa biasanya adalah yang paling pas untuk kondisi kita.Dan yang paling aneh dari doa adalah, makin kita gak terikat dengan hasil dari doa tadi (berhasil ya alhamdulillah kalo nggak ya juga gak masalah..) maka biasanya lebih cepat terkabul.
kalo dipaksain segera dapat malahan gak dapet- dapet hehehe..
Aneh kan..?
Yang penting untuk diambil dari pengalaman saya tadi adalah apapun situasi dan kondisi yang anda hadapi BERDOALAH..
Kita gak kan pernah tau apa yang terjadi.
Entah itu baik atau buruk yang penting jika kita selalu berdoa dan selalu menutupnya dengan kata kata “berilah yang terbaik bagi diriku dan semua yang terlibat” maka semua yang terjadi adalah jawaban yang terindah dari doa yang kita panjatkan kepada Nya.
Masih diingat dengan sangat jelas dan nyata di pikiran saya.
Waktu itu, Jum’at 26 Mei 2007 ba’da Jum’at, saya mendadak dipanggil ke sebuah RS didekat daerah Brayan ,Medan.Saya sebenarnya udah males banget karena badan saya lagi gak enak beneran. Perut saya mules terus dari pagi. Tapi karena panggilan tugas jadi mau gak mau ya saya penuhi juga hehehe..
Mulanya saya berpikir ini adalah pasien yang terkena gangguan jin karena info yang saya terima dari orang yang menghubungi saya seperti itu.
Ternyata saya salah..!
Rupa rupanya saya dibawa ke ruang IGD dan pasien yang mau diobatin itu ternyata sedang
KOMA…!.
Ya jelas saya terkejut karena selama ini belum pernah dapat kasus yang seextrim ini.Tapi ya namanya terapis dan orangnya udah inta tolong banget ya saya harus tetap JAIM dong ..masa belum nyobain udah nyerah..gak mantap laa..
hehehe..
Pasiennya adalah seorang bayi berumur kira kira 3 tahunan . Dia koma sudah 4 hari. Keluarga sudah habis usaha. Dan sepertinya sudah pasrah apapun yang terjadi.
Saya juga agak ngeri laa..selain karena baru pertama kali nanganin kasus berat kaya gini, resiko dituduh malpraktik kalo tu anak malah meninggal ketika saya lagi ngobatin dia juga terbayang bayang dipikiran saya…hiiiiy.
Tapi ..
Saya tetap PD aja karena saya yakin semuanya sudah digariskan olehNya. Dengan keyakinan seperti itu saya mengatakan pada keluarganya terutama pada ibunya yang terus saja menangis, supaya apapun yang terjadi dia harus ikhlas menerimanya baik anaknya selamat atau tidak. Saya juga mengatakan bahwa saya akan berusaha yang terbaik sebisa saya dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah semata.Sepertinya keluarganya memahami apa yang saya ucapkan, sementara itu saya langsung berpikir tentang cara bagaimana cara menangani si pasien koma ini .
Saya tak diperbolehkan masuk oleh perawat, jadi saya gak bisa sama sekali menyentuh anak itu. Waduh..jadi gimana ya cara ngobatin ni anak?
Ting…!
Terbersit suatu ide..
Yaitu memberikan air doa saja saja. Saya kan ga boleh masuk dan menyentuh tu anak ne ceritanya. Jadi ya suruh aja ntar keluarganya yang mengoleskan air yang sudah saya doain dan habis cerita hehe..
Saya juga gak terlalu yakin dengan keampuhan doa saya karena saya juga habis akal menghadapi kasus ini .
Ya sudahlah ..tinggal didoain aja. Perkara tu anak sembuh or not itu kan urusan yang diatas bukan urusan saya ..iya kan..? kalo berhasil Alhamdulillah..kalo gak ya juga ga ada masalah..toh saya kan Cuma berusaha dalam doa semampu saya (Pasrah abis..)
Saya lalu meminta sebotol air lalu berdoa seperti ini:
‘Ya Allah ..mohon berikan lah yang terbaik buat anak yang koma ini (saya menyebutkan namanya) , jika masih masanya dia hidup maka sembuhkanlah dia secepat mungkin..jika memang sudah masanya dia kembali padaMU maka permudahlah ajalnya..Berikanlah yang terbaik..berikanlah yang terbaik..berikanlah yang terbaik..(saya membacanya berulang ulang sampai puas..)
Sebelumnya saya juga membaca beberapa ayat suci yang saya bisa sekhusyu’ yang saya bisa.
Apa yang terjadi..?
Sebagaimana anda tahu bahwa saya berada diluar ruangan bersama anggota anggota keluarganya . Tambah lagi saya gak boleh masuk dan si anak sudah koma selama 4 hari.Saking gawatnya, banyak juga anggota keluarga yang menginap dan tidur dilantai RS.Saya juga udah pasrah aja, apapun yang terjadi..
Begitu saya selesai berdoa, eh..tiba tiba si anak yang koma itu sadar..! dan memanggil manggil ibunya. Sang ibu pun dengan penuh air mata kebahagiaan pun segera berlari mendatangi anaknya.. Pihak keluarga pun jadi heboh dan sangat heran termasuk saya. Kok langsung sadar? gimana ceritanya? Padahal itu air belum lagi dioleskan ke tubuh ya kan..?
Keluarga pun langsung mengurus kepulangan anak itu dan saya pun jadi agak ‘terlupakan’ hehehe..
Tapi gak masalah kok. Yang penting dia udah sembuh dan sehat seperti sedia kala.Kabar terakhir yang saya dengar anak itu udah sehat dan bisa beraktivitas dengan normal.
Yang masih membuat saya bingung adalah kenapa bisa berhasil ya tu doa?. Padahal kan saya bukannya orang yang sangat saleh ? Karena yang saya tau kejadian SPONTANEOUS HEALING seperti itu hanya bisa dilakukan oleh orang orang yang dalam sejarah dikenal memililki kematangan spiritual atau kesaktian yang tinggi sedangkan saya? Wah..jauh banget..!
Setelah membaca buku buku tentang doa, kekuatan pikiran dan yang sejenisnya barulah saya tahu bahwa tanpa sadar saya sudah ke zona ikhlas atau kondisi gelombang alpha yang sangat dalam dimana jika kita menginginkan (mengafirmasikan) sesuatu dalam zona atau gelombang otak ini maka seketika akan langsung terjadi atau minimal sangat cepat hadir dalam realitas kehidupan kita.
Ooo..
Pantesan..
Disebutkan bahwa tidak mesti jadi orang yang sangat alim baru doa kita terkabul. Yg penting adalah kita berdoa sepenuh jiwa dan mengikhlaskan keinginan kita itu serta berharap yang terbaik dariNya maka jawaban dari doa biasanya adalah yang paling pas untuk kondisi kita.Dan yang paling aneh dari doa adalah, makin kita gak terikat dengan hasil dari doa tadi (berhasil ya alhamdulillah kalo nggak ya juga gak masalah..) maka biasanya lebih cepat terkabul.
kalo dipaksain segera dapat malahan gak dapet- dapet hehehe..
Aneh kan..?
Yang penting untuk diambil dari pengalaman saya tadi adalah apapun situasi dan kondisi yang anda hadapi BERDOALAH..
Kita gak kan pernah tau apa yang terjadi.
Entah itu baik atau buruk yang penting jika kita selalu berdoa dan selalu menutupnya dengan kata kata “berilah yang terbaik bagi diriku dan semua yang terlibat” maka semua yang terjadi adalah jawaban yang terindah dari doa yang kita panjatkan kepada Nya.
Kisah Inspiratif
Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.
Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.
Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tersebut. Selain memperbaiki sepeda tersebut, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.
Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja
Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.
Ibu menjawab: “Mengapa?
Ibu menjawab: “Mengapa?
Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.
Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.
Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.
Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.
Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.
Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.
Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?
Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi. Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana .
Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.
Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.”
Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.”
Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.
Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?”
Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”
Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”
Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja
emotivasi
Cerialah: Menyenangkan Diri Setiap Saat
Setiap kita pasti tak ingin diselubungi rasa jenuh hingga merasa sebagai orang yang tidak pernah beruntung. Alhasil setiap proses hidup yang dijalani terasa sangat berat. Padahal sebenarnya, titik awal menikmati hidup ada saat kita berhasil menganggap penting diri kita atas setiap hal yang kita lakukan.
Menurut Sarah Maria, penulis Start Living Happily and Confidently, ketika menganggap diri kita penting maka akan sangat mudah merasakan keutuhan diri. Inilah yang kemudian menjadi modal untuk hidup sesuai kebahagiaan dan kebutuhan diri. Tertarik untuk memanjakan diri? Coba lakukan cara-cara berikut ini :
1. Bangunlah dengan lagu favorit kita. Setelah alarm jam membangunkan kita, coba putar CD yang berisi lagu-lagu kesukaan kita. Jangan ragu untuk ikut bernyanyi atau sedikit meliukkan badan mengikuti alunan musiknya. Dengan begitu, kita sudah mengumpulkan energi positif dari dalam diri sendiri hanya dengan bantuan CD.
2. Sesekali pakai baju atau aksesoris kesukaan kita untuk membawa semangat sepanjang hari. Beberapa diantara kita mungkin memiliki baju atau aksesoris “keberuntungan” yang secara tidak sengaja selalu membawa kita pada momen-momen bahagia. Saat mulai jenuh dengan rutinitas kantor, cobalah pakai simbol keberuntungan itu agar semakin termotivasi menjalani setiap tantangan yang ada di depan mata.
3. Gunakan parfum yang menyegarkan kita sepanjang hari. Aroma terapi tidak melulu menggunakan lilin terapi. Parfum yang kita punya juga bisa difungsikan sebagai aroma terapi. Pilihlah aroma jeruk untuk menyemangati diri saat tubuh mulai lesu. Dan sediakan aroma lavender saat rapat dengan klien tidak membuahkan hasil positif, agar kepala kita kembali tenang.
4. Belilah bunga dan tempatkan di meja kerja kita. Cukup dengan meletakkan bunga di meja, kita bisa menciptakan suasana menyenangkan. Ini akan menjauhkan kita dari rasa jenuh akibat tumpukan kertas-kertas pekerjaan.
Bakat...? Apakah Anda Berbakat...?
George Bernard Shaw adalah penulis besar kelahiran Irlandia. Kecerdasannya sangat luar biasa, sehingga Shaw pernah memperoleh hadiah Nobel untuk karya sastra, sekaligus penerima Piala Oscar untuk karyanya yang diangkat ke layar perak. Demikian mengagumkannya kecerdasan seorang George Bernard Shaw, sehingga konon dia pernah dilamar oleh seorang aktris cantik. Dengan maksud, supaya kelak menghasilkan keturunan yang rupawan seperti ibunya, dan cerdas seperti ayahnya. Namun, Shaw kemudian menjawab, “Lalu bagaimana kalau kita memiliki anak dengan otak seperti Anda, dan wajah seperti saya?”. Ya demikianlah menurut ilmu genetika. Bahwa banyak hal kita warisi secara turun temurun dari orang tua kita. Kulit kita yang sawo matang, rambut kita yang hitam, hidung kita yang tidak mancung. Hingga ke hal-hal yang sifatnya non fisik seperti misalnya sifat atau bakat tertentu. Maka banyak anak penyanyi yang kemudian menjadi penyanyi, anak jenderal jadi tentara, dan anak pedagang jadi pedagang. Maklum, bakat dari orang tua nya mengalir deras di darah mereka.
Ini yang kadang membuat saya sedikit iri dengan rekan-rekan saya yang berasal dari keluarga pebisnis. Sangat wajar jika mereka kemudian juga menekuni bisnis. Bahkan tidak jarang mereka bisa langsung mulai belajar berbisnis dengan meneruskan usaha yang telah dirintis orang tuanya. Ini jauh berbeda dengan saya, karena keluarga saya sama sekali bukan keluarga pebisnis.
Karena tidak memiliki “darah pedagang” ini, sewaktu mulai berbisnis terus terang saya sempat ragu. Benarkah jalan yang saya ambil? Bukankah saya sama sekali tidak memiliki bakat? Saya sudah cek silisilah keluarga saya dari Ayah ataupun Ibu, kalau dirunut ke atas semua adalah pegawai pemerintah. Jadi sudah yakin, pasti, 100%, positif, tidak ada gen pedagang di tubuh saya. Kalau bakat seni, mungkin sedikit-sedikit masih ada karena kedua orang tua saya menyukai seni musik. Bakat menjadi pembicara, mungkin saja ada menetes sedikit, karena Kakek saya pemimpin kampung dan pembicara yang baik sekali. Tapi berbisnis? berdagang? jual beli? Tidak ada sama sekali.
Maka ketika usaha pertama saya tidak berjalan lancar, saya kemudian mengingatkan diri saya. “Tuh kan gagal, wong tidak ada bakat dagang …”Saya bahkan sempat percaya bahwa bakat berdagang memang diwariskan. Dan mencoba menerima kenyataan bahwa saya bukan salah seorang yang mewarisi bakat tadi. Namun, kemudian pelan-pelan saya mengamati, ternyata banyak teman-teman saya yang meskipun orang tuanya pengusaha sukses, toh juga bisa mengalami kegagalan dalam bisnisnya. Ini sedikit membuka wawasan saya. Wah, ternyata sama saja, yang punya “bakat” dagang toh juga bisa gagal. Bukan bermaksud “nyukurin”, tapi ini sedikit membuka harapan saya, bahwa jangan-jangan bakat bukan faktor penentu untuk menjadi pengusaha sukses.
Atau, mungkinkah bakat seseorang memang bisa berubah?
Adalah Prof. Kazuo Murakami, seorang ahli genetika, dalam bukunya The Divine Message of The DNA yang kemudian membuka wawasan saya lebih luas. Ternyata menurut ilmu genetika memang betul, segala sesuatu yang merupakan “bakat” ditentukan oleh kode genetis yang ada dalam DNA kita. Sebagai gambaran, setiap kilogram tubuh kita terdiri dari sekiar 1 trilyun sel. Jadi seorang bayi yang baru lahir sudah memiliki sekitar 3 trilyun sel. Padahal awalnya kita hanyalah satu buah sel yang sudah dibuahi. Yang kemudian membelah menjadi 2, 2 menjadi 4, 4 menjadi 8 dan seterusnya hingga trilyunan tadi. Setiap sel memiliki inti sel (nucleus) yang mengandung DeoxyriboNucleic Acid (DNA). DNA inilah yang menyimpan kode genetis yang menjadi cetak biru tubuh kita. Jadi akan menjadi seperti apa kita, seolah sepertinya sudah terprogram dalam DNA tadi.
Lalu jika dalam setiap sel tubuh kita terdapat DNA yang sama, bagaimana sebuah sel tahu bahwa ia adalah bagian dari rambut, misalnya, dan kapan rambut mulai tumbuh, dsb. Menurut pakar genetika, ternyata terdapat mekanisme “nyala/padam” pada DNA tadi. Sebagai contoh, gen yang menentukan sifat kelamin laki-laki (berkumis, bersuara berat, dsb) yang semula “padam” akan “menyala” pada saat pubertas.
Bahkan, lebih jauh lagi. Proses nyala/padam tadi ternyata dapat terjadi sebagai respon lingkungan yang berubah. Dua ilmuwan dari Institut Pasteur mengamati hal ini. Bakteri E.Coli yang hanya mengkonsumsi glukosa, ternyata ketika ditempatkan pada lingkungan yang hanya ada laktosa, mampu merubah diri menjadi pemakan laktosa. Mekanisme internalnya sangat ajaib, karena bakteri adalah makhluk satu sel. Sehingga perubahan menjadi pemakan laktosa seolah-olah seperti menyalakan sebuah kemampuan yang semula tidak nampak.
Dan ini membawa konsekuensi luar biasa. Karena jika benar gen pembawa sifat tadi memiliki mekanisme nyala-padam seperti itu. Kita tidak pernah tahu potensi apa dalam diri kita yang saat ini belum kita nyalakan. Jangan-jangan saya juga memiliki bakat bermain saksofon sebagus Dave Koz, hanya saat ini belum dinyalakan saja. Atau jangan-jangan ada bakat bisnis sehebat Donald Trump yang masih terpendam dalam diri saya, dan menunggu dinyalakan?
Dan memang demikianlah menurut Prof. Murakami. Bahwa bakat seseorang dapat muncul pada umur berapapun. Banyak sekali contoh pemusik atau olahragawan yang semula hanya memperlihatkan “bakat” yang biasa-biasa, namun kemudian tumbuh secara luar biasa seiring dengan disiplin dan latihan yang dilakukan. Atau seorang yang hari ini dikenal sebagai ilmuwan genius, padahal teman SD nya mengenal dirinya dulu sebagai anak yang kurang pandai. Atau seseorang yang hari ini dikenal sebagai politisi dan orator hebat, sementara dulunya anak yang kuper. Jadi kalau anak Anda hari ini kurang pandai matematika, sumbang kalau bernyanyi, atau kurang berprestasi dalam orahraga. Anda tidak perlu buru-buru frustrasi sambil berteriak “Ah, dasar gak bakat”. Siapa tahu, gen positif pembawa bakatnya saja yang belum menyala.
Faktor penting yang akan dapat mengaktifkan gen positif Anda adalah lingkungan. Jadi yang membuat seorang Ananda Mikola pandai mengemudi mobil balap bukan semata karena ayahnya adalah pembalap. Namun karena lingkungan yang sangat mengkondisikan dia menjadi pembalap. Kalau hanya mengandalkan bakat keturunan saja, maka pembalap Formula 1 paling fenomenal hari ini, Lewis Hamilton, akan menjadi pekerja di jawatan Kereta Api seperti kakeknya, atau jadi konsultan IT seperti ayahnya. Namun, bakat membalap Lewis ternyata menyala ketika ayahnya memberikan Go Kart sebagai hadiah natal. Dan semakin berkobar ketika diasuh Ron Dennis, bos tim McLaren.
Jadi, Anda yang tidak memiliki “bakat pedagang” seperti saya tidak perlu khawatir. Gen pembawa bakat dagang Anda dapat menyala belakangan. Dan Anda yang merasa memiliki “bakat dagang”, selamat … Anda sudah punya modal awal. Namun tetap hati-hati, tanpa dukungan lingkungan dan sikap yang benar, gen pembawa bakat Anda dapat saja padam.
Jadi, unsur-unsur pendukung lainnya, seperti niat, konsistensi (ketekunan), komitmen, latihan, sarana pendukung dapat menjadi modal anda mencapai suatu keahlian yang kalau cuma bakat pun tidak akan sebaik itu. :) Ganbatte kudasai!!
Langganan:
Postingan (Atom)