Minggu, 20 Januari 2013
Sepasang suami istri
”Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus”
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-
satunya mereka.
Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.
Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.
Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya. Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.
Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.
Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.
Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.
“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.
Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”
“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.
Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.
Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.
Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.
Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.
Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.
Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.
Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.
Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.
Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.
Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana?
Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.
Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.
Istriku Liliana tersayang,
Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.
Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.
Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.
Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!.
Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.
Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.
Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orang tuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.
Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”
Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”
Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”
Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.
Itulah Cerita Nyata Yang sangat Sedih dan Mengharukan,
Semoga peristiwa ini bisa membuat kita belajar bersyukur dengan apa yang kita miliki,sebab :
Apa yang kita harapkan belum tentu kita dapatkan dan
apa yang kita dapatkan belum tentu itu yang kita harapkan ,
Tapi Percayalah Tuhan pasti memberikan Kita yang terbaik
(untuk/menurut kita dan untuk/menurut orang-orang yg kita cintai)
Filsafat Hidup Dan Inspirasi
Masa depan menjadi milik dari orang yang membuat masa depan itu,
Tapi kita harus mulai SEKARANG....
Makin tinggi tujuan yang kita inginkan, makin segera kita perlu memulainya.
*****************************************************************************
Jika kita menganggap suatu Masalah sebagai hal yang BESAR, biasanya kita mengganggap Tuhan itu KECIL.
Jika kita menganggap Tuhan itu BESAR, biasanya kita mengganggap suatu masalah itu sebagai hal yang KECIL.
*****************************************************************************
Jangan selalu menengadahkan kepala karena terlalu bangga atau ego yang berlebihan.
Ingatlah, pemenang medali emas pun harus menundukkan kepala agar medali emas itu bisa dikalungkan ke lehernya.
*****************************************************************************
IMAN yang hebat selalu mampu melihat apa yang tak terlihat..
sehingga kita tak pernah kehabisan dan kehilangan pengharapan dari segala apa yang dapat kita harapkan meski semuanya terlihat begitu tidak mungkin...
karena dengan iman kita berdoa dan doa sanggup mengubah segala sesuatu....
*****************************************************************************
Jangan membuat keputusan berdasarkan nasehat dari orang yang tidak ikut terlibat dalam keputusan itu.
*****************************************************************************
Teruslah maju dalam jalan kehidupan, sekalipun penuh dengan lubang disana-sini.
Apapun keadaannya, berikan yang terbaik yang kita bisa.
Jangan buang waktu menunggu situasi yang sempurna, sesuatu yang mungkin tidak akan pernah terjadi.
Dalam kenyataan, tidak ada kehidupan yang sempurna; cara kita memandang hidup-lah yang membuatnya sempurna.
*****************************************************************************
Ketika kita menyadari betapa sulitnya mengubah diri kita sendiri, kita mulai mengerti betapa kecil peluang kita untuk mengubah orang lain.
Jadi rubahlah diri sendiri dulu, baru kita bisa mengerti cara merubah orang lain.
*****************************************************************************
TERIMALAH APAPUN keadaan kita saat ini,
entah itu kesusahan, penderitaan, kemiskinan, perendahan dan sebagainya.
Kemudian SYUKURILAH APAPUN yang kita miliki saat ini,
entah itu badan yang sehat, anak yang baik, istri yang setia, rumah yang sederhana dan sebagainya.
MINTALAH APAPUN yang anda inginkan kepada Tuhan,
entah itu uang yang banyak, kesehatan yang baik, pelanggan yang setia dan sebagainya.
Kemudian KERJAKAN APAPUN yang diperlukan...........
*****************************************************************************
Sebuah lagu dapat merubah sebuah moment,
sebuah ide dapat merubah dunia.
sebuah langkah dapat memulai suatu perjalanan,
tapi
sebuah DOA dan USAHA YG SUNGGUH-SUNGGUH bisa merubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.
*****************************************************************************
Kehidupan tidak pernah meninggalkan kekosongan, selalu ada keseimbangan.
Kehidupan akan menggantikan semua kehilangan kita, bersabarlah.
Jika ada sesuatu yang membuat kita susah,
ingatlah bahwa keseimbangan akan segera terjadi,
Sesuatu yang baik sedang menunggu untuk menjadi kenyataan.
Waktu Tuhan memang berbeda dengan waktu kita, bersabarlah.....
*****************************************************************************
Semua teman dalam hidup kita mempunyai bagian masing-masing.
Teman yang baik mendukung kita, sedangkan teman yang buruk membuat kita lebih kuat dari sebelumnya.
Jadi ingatlah kedua macam teman anda tersebut.
*****************************************************************************
APAPUN yang kita kerjakan, kerjakanlah dengan GEMBIRA.
TUJUAN HIDUP memang penting agar kita mempunyai arah yang jelas.
Tapi dalam proses mencapainya, kita perlu BERDOA.
Agar kita tidak khawatir, takut atau menyimpang dari jalan kebaikan.
*****************************************************************************
Sebenarnya pengampunan itu lebih berguna bagi yang mengampuni daripada yang diampuni.
Dengan pengampunan kita melepaskan perasaan benci/tidak suka dan menggantinya dengan damai/suka-cita,
memang hal ini tidak mudah, dibutuhkan hati yang lembut dan pikiran yang bijak untuk melakukannya.
*****************************************************************************
Kita tidak bisa melakukan apapun untuk memperpanjang umur kita,
tapi kita bisa berbuat sesuatu dengan lebar dan dalamnya.
Mari kerjakan sesuatu yang besar dan berarti dalam hidup kita.
*****************************************************************************
Bersyukurlah akan apapun yang telah kita miliki saat ini.
Anda tidak bisa membayangkan berapa banyak orang di dunia ini yang sangat berbahagia bila berada pada keadaan seperti anda sekarang.
*****************************************************************************
Apapun persoalanmu hari ini, BESOK Tuhan pasti memberi keajaiban.
Dan Keajaiban besok itu tergantung pada ke kudus-anmu HARI INI.
*****************************************************************************
Pot yang sangat besar berisi air, dapat dikosongkan hanya dengan sebuah lubang kecil.
Sama halnya, sebuah KEMARAHAN atau EGO yang kecil dapat mengosongkan semua kebijaksanaan dalam hati yang baik.
*****************************************************************************
Mungkin ada yang berkata bahwa nasib seseorang sudah dituliskan dari sononya.
Tapi percayalah bahwa DOA YANG TEKUN DAN USAHA YG SUNGGUH-SUNGGUH akan mampu membuat nasib seseorang DITULIS ULANG.
*****************************************************************************
Kadangkala, kita merasa Tuhan diam saja...
Kita merasa Dia tidak hadir dan tidak pernah mendengarkan...
Kita memanggil-NYA tapi tidak ada jawaban.
Kita meminta pertolongan-Nya tapi tidak ada bantuan yang datang.
Aku bertanya... Mengapa Tuhan?
Dalam kesusahanku yang terdalam, mengapa Engkau tidak bersamaku?
Tuhan tersenyum dan menjawab,
"AKU tidak pernah meninggalkanmu, Aku hanya memperhatikan engkau berjuang, menggunakan kekuatan-KU sebagai senjata yang tersimpan dalam hati dan pikiranmu..
AKU selalu bersamamu, hanya saja SELALULAH BERSAMA-KU."
*****************************************************************************
Cara terbaik melakukan sesuatu hal adalah dengan menggunakan APA YANG KITA PUNYA SEKARANG, bukan dengan sesuatu yang kita tidak/belum punya.
Bukankah DIRI KITA SENDIRI adalah asset yang tidak ternilai?
Manfaatkanlah apa yang SUDAH kita miliki SAAT INI.....
*****************************************************************************
Berterima kasihlah untuk hari kemaren karena kita punya memory indah untuk dipikirkan.
Berterima kasihlah untuk hari ini karena kita bangun tidur untuk merayakan hidup.
Berterima kasihlah untuk besok karena kita bisa mengisi mimpi dan harapan kita.
Tapi yang paling penting adalah berterima kasihlah kepada Tuhan karena dia menyertai kita kemarin, hari ini, besok, bahkan selama-lamanya.
*****************************************************************************
Mengapa banyak orang sepertinya susah untuk bahagia?
Karena banyak orang sibuk mencari sebab MENGAPA orang lain berbahagia.
*****************************************************************************
Seringkali Tuhan menunda pertolongan-NYA untuk menguji iman dan menguatkan doa kita.
Perahu kita mungkin dihantam gelombang dan hampir tenggelam,
tapi DIA memberi pertolongan sebelum perahu itu tenggelam.
*****************************************************************************
Hadapi kekurangan kita dan akui itu, tetapi jangan membiarkannya menguasai kita.
Biarkan ia mengajarkan kepada kita tentang kesabaran dan pengertian.
*****************************************************************************
Kita menghadapi semua tantangan diatas semua masalah...
Karena kita percaya,
Semakin besar kepedihan yang kita atasi... kita menjadi semakin kuat
*****************************************************************************
Ikan berkata: "Saya tak dapat melihat airmataku karena di dalam air".
Air berkata: "Saya dapat merasakannya karena engkau ada di dalam hatiku".
Kita bisa menyembunyikan nyeri & derita tapi tidak akan bisa membohongi yang mengasihi kita.
Tuhan mengasihimu, DIA akan memberikan yang TERBAIK bagimu .....
Bersabarlah sebentar, Tuhan tidak akan meninggalkanmu
*****************************************************************************
Jangan terlalu larut dalam problem kehidupan,
Problem itu adalah semacam ujian dari Tuhan yang ingin melihat apa saja yang kita pelajari dari subyek bernama KEHIDUPAN.
Jika kita belum berhasil, review lah melalui DOA ..
*****************************************************************************
Jika kita tidak bisa menjadi pensil yang menuliskan kebahagiaan bagi seseorang,
paling tidak kita bisa menjadi penghapus karet yang bisa menghapus kesedihan seseorang.
*****************************************************************************
BERSYUKUR akan membuat hari biasa menjadi hari yang penuh kebahagiaan,
membuat pekerjaan yang rutin menjadi menyenangkan,
dan merubah kesempatan menjadi berkat.
*****************************************************************************
Kita tidak akan mencapai tujuan kita pada waktunya,
jika kita selalu berhenti dan melempar batu pada setiap anjing yang menggonggongi kita.
Fokuslah pada tujuan dan abaikan hal yang tidak penting.
*****************************************************************************
Kehidupan .....
Apa yang kita inginkan, tidak kita dapatkan
Apa yang kita dapatkan, kita tidak terpuaskan
Apa yang kita harapkan, tidak terjadi
Apa yang kita benci, seringkali terulang dengan sendirinya
Kehidupan ..... Kita tidak bisa hanya mengeluh
Nikmatilah kehidupan apapun yang kita jalani
Berdoa dan lakukan yang terbaik bersama Tuhan .....
*****************************************************************************
Enam Pertanyaan, Untuk Kita Renungkan
Suatu hari Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya. ..
Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan.. ..
Pertama... "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab.... "orang tua", "guru", "teman", dan "kerabatnya" ..
Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar...
Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "kematian".. ..
Sebab kematian adalah PASTI adanya....
Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan kedua..."Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab... "negara Cina", "bulan", "matahari", dan "bintang- bintang" ...
Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar...
Tapi yang paling benar adalah "masa lalu"...
Siapa pun kita... bagaimana pun kita...dan betapa kayanya kita... tetap kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu...
Sebab itu kita harus menjaga hari ini... dan hari-hari yang akan datang..
Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga..."Apa yang paling besar di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab "gunung", "bumi", dan "matahari".. ..
Semua jawaban itu benar kata Sang Guru ...
Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu"...
Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya...
Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawi ...
Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini... jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat)...
Pertanyaan keempat adalah..."Apa yang paling berat di dunia ini...???"
Di antara muridnya ada yang menjawab..."baja", "besi", dan "gajah"...
"Semua jawaban hampir benar...", kata Sang Guru ..
tapi yang paling berat adalah "memegang amanah"...
Pertanyaan yang kelima adalah... "Apa yang paling ringan di dunia ini...???"
Ada yang menjawab "kapas", "angin", "debu", dan "daun-daunan" ...
"Semua itu benar...", kata Sang Guru...
tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "meninggalkan ibadah"...
Lalu pertanyaan keenam adalah..."Apakah yang paling tajam di dunia ini...???"
Murid-muridnya menjawab dengan serentak..."PEDANG...!! !"
"(hampir) Benar...", kata Sang Guru
tetapi yang paling tajam adalah "lidah manusia"...
Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati... dan melukai perasaan saudaranya sendiri...
Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN...
senantiasa belajar dari MASA LALU...
dan tidak memperturutkan NAFSU...
Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH
sekecil apapun...
dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH....
serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita...
Semoga Bermanfaat.
*****************************************************************************
Tapi kita harus mulai SEKARANG....
Makin tinggi tujuan yang kita inginkan, makin segera kita perlu memulainya.
*****************************************************************************
Jika kita menganggap suatu Masalah sebagai hal yang BESAR, biasanya kita mengganggap Tuhan itu KECIL.
Jika kita menganggap Tuhan itu BESAR, biasanya kita mengganggap suatu masalah itu sebagai hal yang KECIL.
*****************************************************************************
Jangan selalu menengadahkan kepala karena terlalu bangga atau ego yang berlebihan.
Ingatlah, pemenang medali emas pun harus menundukkan kepala agar medali emas itu bisa dikalungkan ke lehernya.
*****************************************************************************
IMAN yang hebat selalu mampu melihat apa yang tak terlihat..
sehingga kita tak pernah kehabisan dan kehilangan pengharapan dari segala apa yang dapat kita harapkan meski semuanya terlihat begitu tidak mungkin...
karena dengan iman kita berdoa dan doa sanggup mengubah segala sesuatu....
*****************************************************************************
Jangan membuat keputusan berdasarkan nasehat dari orang yang tidak ikut terlibat dalam keputusan itu.
*****************************************************************************
Teruslah maju dalam jalan kehidupan, sekalipun penuh dengan lubang disana-sini.
Apapun keadaannya, berikan yang terbaik yang kita bisa.
Jangan buang waktu menunggu situasi yang sempurna, sesuatu yang mungkin tidak akan pernah terjadi.
Dalam kenyataan, tidak ada kehidupan yang sempurna; cara kita memandang hidup-lah yang membuatnya sempurna.
*****************************************************************************
Ketika kita menyadari betapa sulitnya mengubah diri kita sendiri, kita mulai mengerti betapa kecil peluang kita untuk mengubah orang lain.
Jadi rubahlah diri sendiri dulu, baru kita bisa mengerti cara merubah orang lain.
*****************************************************************************
TERIMALAH APAPUN keadaan kita saat ini,
entah itu kesusahan, penderitaan, kemiskinan, perendahan dan sebagainya.
Kemudian SYUKURILAH APAPUN yang kita miliki saat ini,
entah itu badan yang sehat, anak yang baik, istri yang setia, rumah yang sederhana dan sebagainya.
MINTALAH APAPUN yang anda inginkan kepada Tuhan,
entah itu uang yang banyak, kesehatan yang baik, pelanggan yang setia dan sebagainya.
Kemudian KERJAKAN APAPUN yang diperlukan...........
*****************************************************************************
Sebuah lagu dapat merubah sebuah moment,
sebuah ide dapat merubah dunia.
sebuah langkah dapat memulai suatu perjalanan,
tapi
sebuah DOA dan USAHA YG SUNGGUH-SUNGGUH bisa merubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.
*****************************************************************************
Kehidupan tidak pernah meninggalkan kekosongan, selalu ada keseimbangan.
Kehidupan akan menggantikan semua kehilangan kita, bersabarlah.
Jika ada sesuatu yang membuat kita susah,
ingatlah bahwa keseimbangan akan segera terjadi,
Sesuatu yang baik sedang menunggu untuk menjadi kenyataan.
Waktu Tuhan memang berbeda dengan waktu kita, bersabarlah.....
*****************************************************************************
Semua teman dalam hidup kita mempunyai bagian masing-masing.
Teman yang baik mendukung kita, sedangkan teman yang buruk membuat kita lebih kuat dari sebelumnya.
Jadi ingatlah kedua macam teman anda tersebut.
*****************************************************************************
APAPUN yang kita kerjakan, kerjakanlah dengan GEMBIRA.
TUJUAN HIDUP memang penting agar kita mempunyai arah yang jelas.
Tapi dalam proses mencapainya, kita perlu BERDOA.
Agar kita tidak khawatir, takut atau menyimpang dari jalan kebaikan.
*****************************************************************************
Sebenarnya pengampunan itu lebih berguna bagi yang mengampuni daripada yang diampuni.
Dengan pengampunan kita melepaskan perasaan benci/tidak suka dan menggantinya dengan damai/suka-cita,
memang hal ini tidak mudah, dibutuhkan hati yang lembut dan pikiran yang bijak untuk melakukannya.
*****************************************************************************
Kita tidak bisa melakukan apapun untuk memperpanjang umur kita,
tapi kita bisa berbuat sesuatu dengan lebar dan dalamnya.
Mari kerjakan sesuatu yang besar dan berarti dalam hidup kita.
*****************************************************************************
Bersyukurlah akan apapun yang telah kita miliki saat ini.
Anda tidak bisa membayangkan berapa banyak orang di dunia ini yang sangat berbahagia bila berada pada keadaan seperti anda sekarang.
*****************************************************************************
Apapun persoalanmu hari ini, BESOK Tuhan pasti memberi keajaiban.
Dan Keajaiban besok itu tergantung pada ke kudus-anmu HARI INI.
*****************************************************************************
Pot yang sangat besar berisi air, dapat dikosongkan hanya dengan sebuah lubang kecil.
Sama halnya, sebuah KEMARAHAN atau EGO yang kecil dapat mengosongkan semua kebijaksanaan dalam hati yang baik.
*****************************************************************************
Mungkin ada yang berkata bahwa nasib seseorang sudah dituliskan dari sononya.
Tapi percayalah bahwa DOA YANG TEKUN DAN USAHA YG SUNGGUH-SUNGGUH akan mampu membuat nasib seseorang DITULIS ULANG.
*****************************************************************************
Kadangkala, kita merasa Tuhan diam saja...
Kita merasa Dia tidak hadir dan tidak pernah mendengarkan...
Kita memanggil-NYA tapi tidak ada jawaban.
Kita meminta pertolongan-Nya tapi tidak ada bantuan yang datang.
Aku bertanya... Mengapa Tuhan?
Dalam kesusahanku yang terdalam, mengapa Engkau tidak bersamaku?
Tuhan tersenyum dan menjawab,
"AKU tidak pernah meninggalkanmu, Aku hanya memperhatikan engkau berjuang, menggunakan kekuatan-KU sebagai senjata yang tersimpan dalam hati dan pikiranmu..
AKU selalu bersamamu, hanya saja SELALULAH BERSAMA-KU."
*****************************************************************************
Cara terbaik melakukan sesuatu hal adalah dengan menggunakan APA YANG KITA PUNYA SEKARANG, bukan dengan sesuatu yang kita tidak/belum punya.
Bukankah DIRI KITA SENDIRI adalah asset yang tidak ternilai?
Manfaatkanlah apa yang SUDAH kita miliki SAAT INI.....
*****************************************************************************
Berterima kasihlah untuk hari kemaren karena kita punya memory indah untuk dipikirkan.
Berterima kasihlah untuk hari ini karena kita bangun tidur untuk merayakan hidup.
Berterima kasihlah untuk besok karena kita bisa mengisi mimpi dan harapan kita.
Tapi yang paling penting adalah berterima kasihlah kepada Tuhan karena dia menyertai kita kemarin, hari ini, besok, bahkan selama-lamanya.
*****************************************************************************
Mengapa banyak orang sepertinya susah untuk bahagia?
Karena banyak orang sibuk mencari sebab MENGAPA orang lain berbahagia.
*****************************************************************************
Seringkali Tuhan menunda pertolongan-NYA untuk menguji iman dan menguatkan doa kita.
Perahu kita mungkin dihantam gelombang dan hampir tenggelam,
tapi DIA memberi pertolongan sebelum perahu itu tenggelam.
*****************************************************************************
Hadapi kekurangan kita dan akui itu, tetapi jangan membiarkannya menguasai kita.
Biarkan ia mengajarkan kepada kita tentang kesabaran dan pengertian.
*****************************************************************************
Kita menghadapi semua tantangan diatas semua masalah...
Karena kita percaya,
Semakin besar kepedihan yang kita atasi... kita menjadi semakin kuat
*****************************************************************************
Ikan berkata: "Saya tak dapat melihat airmataku karena di dalam air".
Air berkata: "Saya dapat merasakannya karena engkau ada di dalam hatiku".
Kita bisa menyembunyikan nyeri & derita tapi tidak akan bisa membohongi yang mengasihi kita.
Tuhan mengasihimu, DIA akan memberikan yang TERBAIK bagimu .....
Bersabarlah sebentar, Tuhan tidak akan meninggalkanmu
*****************************************************************************
Jangan terlalu larut dalam problem kehidupan,
Problem itu adalah semacam ujian dari Tuhan yang ingin melihat apa saja yang kita pelajari dari subyek bernama KEHIDUPAN.
Jika kita belum berhasil, review lah melalui DOA ..
*****************************************************************************
Jika kita tidak bisa menjadi pensil yang menuliskan kebahagiaan bagi seseorang,
paling tidak kita bisa menjadi penghapus karet yang bisa menghapus kesedihan seseorang.
*****************************************************************************
BERSYUKUR akan membuat hari biasa menjadi hari yang penuh kebahagiaan,
membuat pekerjaan yang rutin menjadi menyenangkan,
dan merubah kesempatan menjadi berkat.
*****************************************************************************
Kita tidak akan mencapai tujuan kita pada waktunya,
jika kita selalu berhenti dan melempar batu pada setiap anjing yang menggonggongi kita.
Fokuslah pada tujuan dan abaikan hal yang tidak penting.
*****************************************************************************
Kehidupan .....
Apa yang kita inginkan, tidak kita dapatkan
Apa yang kita dapatkan, kita tidak terpuaskan
Apa yang kita harapkan, tidak terjadi
Apa yang kita benci, seringkali terulang dengan sendirinya
Kehidupan ..... Kita tidak bisa hanya mengeluh
Nikmatilah kehidupan apapun yang kita jalani
Berdoa dan lakukan yang terbaik bersama Tuhan .....
*****************************************************************************
Enam Pertanyaan, Untuk Kita Renungkan
Suatu hari Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya. ..
Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan.. ..
Pertama... "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab.... "orang tua", "guru", "teman", dan "kerabatnya" ..
Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar...
Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "kematian".. ..
Sebab kematian adalah PASTI adanya....
Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan kedua..."Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab... "negara Cina", "bulan", "matahari", dan "bintang- bintang" ...
Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar...
Tapi yang paling benar adalah "masa lalu"...
Siapa pun kita... bagaimana pun kita...dan betapa kayanya kita... tetap kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu...
Sebab itu kita harus menjaga hari ini... dan hari-hari yang akan datang..
Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga..."Apa yang paling besar di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab "gunung", "bumi", dan "matahari".. ..
Semua jawaban itu benar kata Sang Guru ...
Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu"...
Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya...
Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu duniawi ...
Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini... jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat)...
Pertanyaan keempat adalah..."Apa yang paling berat di dunia ini...???"
Di antara muridnya ada yang menjawab..."baja", "besi", dan "gajah"...
"Semua jawaban hampir benar...", kata Sang Guru ..
tapi yang paling berat adalah "memegang amanah"...
Pertanyaan yang kelima adalah... "Apa yang paling ringan di dunia ini...???"
Ada yang menjawab "kapas", "angin", "debu", dan "daun-daunan" ...
"Semua itu benar...", kata Sang Guru...
tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "meninggalkan ibadah"...
Lalu pertanyaan keenam adalah..."Apakah yang paling tajam di dunia ini...???"
Murid-muridnya menjawab dengan serentak..."PEDANG...!! !"
"(hampir) Benar...", kata Sang Guru
tetapi yang paling tajam adalah "lidah manusia"...
Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati... dan melukai perasaan saudaranya sendiri...
Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN...
senantiasa belajar dari MASA LALU...
dan tidak memperturutkan NAFSU...
Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH
sekecil apapun...
dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH....
serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita...
Semoga Bermanfaat.
*****************************************************************************
YANG SULIT DIUNGKAPKAN WANITA
Ketika seorang wanita berbicara denganmu
sambil menatapmu sampai ke dalam matamu, secara tidak langsung dia ingin
mengatakan kepadamu bahwa dia ingin memasuki kehidupanmu dan ada di
hari-harimu.
Ketika seorang wanita tidak bosan-bosannya mengingatkanmu untuk makan, mengingatkanmu untuk hal-hal yang menurutmu sepele dia tidak sedang berusaha menjadi ibu yang ingin selalu mengaturmu, dia hanya ingin memberimu perhatian.
Ketika seorang wanita mulai jengkel saat kamu terlalu asik dengan hobi atau dengan teman-temanmu dia tidak sedang menjadi seorang yang egois, dia hanya ingin sedikit perhatian darimu.
Ketika seorang wanita mulai marah-marah tanpa sebab dan berbicara tidak karuan dia sedang menginginkan sesuatu, tetapi tidak tahu bagaimana cara mengatakannya kepadamu.
Ketika seorang wanita mulai berteman dekat dengan teman-temanmu dia tidak sedang berniat ingin tahu dan mencampuri urusanmu, dia hanya ingin mengenal lingkunganmu dan ingin merasa diterima oleh teman-temanmu.
Ketika seorang wanita mulai dekat dengan pria lain dan dia secara terang-terangan memberitahumu dia tidak sepenuhnya ingin meninggalkan atau melupakanmu. Dia hanya sedang mencari sosok dirimu dalam diri orang lain. Dan sebenarnya dia hanya ingin kamu merasa sedikit cemburu.
Ketika seorang wanita ingin kamu melakukan sesuatu untuknya dan menyuruhmu berjanji untuknya dia ingin melihat kesungguhanmu untuk benar-benar menepati janjimu, bukan orang lain, bahkan bila orang lain bisa memberikan yang lebih darimu.
Ketika seorang wanita menertawakan kesalahan atau kekonyolanmu, dia tidak sedang menertawakan kebodohanmu, dia hanya mencoba mengenal dan melihat sisi lain dari dirimu, dan mencoba menerima kekuranganmu.
Ketika seorang wanita melihat seseorang yang disayanginya sedang berjuang meraih sesuatu dia sebenarnya tidak akan hanya diam. Dia mengkhawatirkan keadaanmu. Dia berusaha menjadi penyemangatmu, membangunkanmu terlalu pagi, dan tidak pernah berhenti berdoa untuk keberhasilanmu.
Ketika wanita sedang menghadapi masalah dan yang bisa dia lakukan hanyalah diam yang dia butuhkan sebenarnya bukan kata-kata penghibur darimu. Yang benar-benar dia inginkan hanyalah kamu ada bersamanya dan menemaninya di sampingnya.
Ketika seorang wanita tidak bosan-bosannya mengingatkanmu untuk makan, mengingatkanmu untuk hal-hal yang menurutmu sepele dia tidak sedang berusaha menjadi ibu yang ingin selalu mengaturmu, dia hanya ingin memberimu perhatian.
Ketika seorang wanita mulai jengkel saat kamu terlalu asik dengan hobi atau dengan teman-temanmu dia tidak sedang menjadi seorang yang egois, dia hanya ingin sedikit perhatian darimu.
Ketika seorang wanita mulai marah-marah tanpa sebab dan berbicara tidak karuan dia sedang menginginkan sesuatu, tetapi tidak tahu bagaimana cara mengatakannya kepadamu.
Ketika seorang wanita mulai berteman dekat dengan teman-temanmu dia tidak sedang berniat ingin tahu dan mencampuri urusanmu, dia hanya ingin mengenal lingkunganmu dan ingin merasa diterima oleh teman-temanmu.
Ketika seorang wanita mulai dekat dengan pria lain dan dia secara terang-terangan memberitahumu dia tidak sepenuhnya ingin meninggalkan atau melupakanmu. Dia hanya sedang mencari sosok dirimu dalam diri orang lain. Dan sebenarnya dia hanya ingin kamu merasa sedikit cemburu.
Ketika seorang wanita ingin kamu melakukan sesuatu untuknya dan menyuruhmu berjanji untuknya dia ingin melihat kesungguhanmu untuk benar-benar menepati janjimu, bukan orang lain, bahkan bila orang lain bisa memberikan yang lebih darimu.
Ketika seorang wanita menertawakan kesalahan atau kekonyolanmu, dia tidak sedang menertawakan kebodohanmu, dia hanya mencoba mengenal dan melihat sisi lain dari dirimu, dan mencoba menerima kekuranganmu.
Ketika seorang wanita melihat seseorang yang disayanginya sedang berjuang meraih sesuatu dia sebenarnya tidak akan hanya diam. Dia mengkhawatirkan keadaanmu. Dia berusaha menjadi penyemangatmu, membangunkanmu terlalu pagi, dan tidak pernah berhenti berdoa untuk keberhasilanmu.
Ketika wanita sedang menghadapi masalah dan yang bisa dia lakukan hanyalah diam yang dia butuhkan sebenarnya bukan kata-kata penghibur darimu. Yang benar-benar dia inginkan hanyalah kamu ada bersamanya dan menemaninya di sampingnya.
Selasa, 15 Januari 2013
BELAJAR DARI MERPATI
Merpati adalah burung yang tidak pernah mendua
hati. Coba perhatikan, apakah ada merpati yang suka ganti-ganti
pasangan? Jawabannya adalah “tidak”! Pasangannya cukup satu seumur
hidupnya.
Merpati adalah burung yang pasti tahu kemana dia harus pulang. Betapapun merpati terbang jauh, dia tidak pernah tersesat untuk pulang.
Pernahkah ada merpati yang pulang ke rumah lain? Jawabannya adalah “tidak”!
Merpati adalah burung yang romantis. Coba perhatikan ketika sang jantan bertalu-talu memberikan pujian, sementara sang betina tertunduk malu.
Pernahkah kita melihat mereka saling mencaci? Jawabannya adalah “tidak”!
Burung merpati tahu bagaimana pentingnya bekerja sama. Coba perhatikan ketika mereka bekerja sama membuat sarang. Sang jantan dan betina saling silih berganti membawa ranting untuk sarang anak-anak mereka. Apabila sang betina mengerami, sang jantan berjaga diluar kandang.
Dan apabila sang betina kelelahan, sang jantan gantian mengerami. Pernahkah kita melihat mereka saling melempar pekerjaannya?
Jawabannya adalah “tidak”!
Merpati adalah burung yang tidak mempunyai empedu, ia tidak menyimpan kepahitan sehingga tidak pernah menyimpan dendam.
Apakah manusia tidak bisa seperti sang Merpati?
Hidup itu akan semakin indah jika kita mau tuk saling mengerti, berbagi, dan menghargai.
Merpati adalah burung yang pasti tahu kemana dia harus pulang. Betapapun merpati terbang jauh, dia tidak pernah tersesat untuk pulang.
Pernahkah ada merpati yang pulang ke rumah lain? Jawabannya adalah “tidak”!
Merpati adalah burung yang romantis. Coba perhatikan ketika sang jantan bertalu-talu memberikan pujian, sementara sang betina tertunduk malu.
Pernahkah kita melihat mereka saling mencaci? Jawabannya adalah “tidak”!
Burung merpati tahu bagaimana pentingnya bekerja sama. Coba perhatikan ketika mereka bekerja sama membuat sarang. Sang jantan dan betina saling silih berganti membawa ranting untuk sarang anak-anak mereka. Apabila sang betina mengerami, sang jantan berjaga diluar kandang.
Dan apabila sang betina kelelahan, sang jantan gantian mengerami. Pernahkah kita melihat mereka saling melempar pekerjaannya?
Jawabannya adalah “tidak”!
Merpati adalah burung yang tidak mempunyai empedu, ia tidak menyimpan kepahitan sehingga tidak pernah menyimpan dendam.
Apakah manusia tidak bisa seperti sang Merpati?
Hidup itu akan semakin indah jika kita mau tuk saling mengerti, berbagi, dan menghargai.
BERHENTILAH MENGELUH
Kisah ini menceritakan sepasang suami istri yang memiliki tujuh orang anak. Suatu hari, suaminya melihat sang istri sedang menangis sambil memasak makanan.
Melihat hal itu, suami bertanya, “Wahai Istriku, apa yang terjadi denganmu? Apa yang membuatmu menangis?”
“Aku menangis karena merasa sangat lelah dalam mengurus keluarga dan melakukan semua pekerjaan rumah,” sahutnya.
“Aku mengurus tujuh anak kita dengan berbagai tabiat mereka. Aku harus menyediakan makanan, membereskan rumah, mencuci baju yang sangat banyak. Aku bekerja 24 jam sehari. Rasanya, aku tidak sanggup lagi untuk melakukan semua ini.”
Sang suami tersenyum. “Apa yang harus aku lakukan?” tanyanya.
“Tolong carikan aku budak perempuan yang dapat membantuku mengurus semuanya.”
“Tentu saja, aku akan mencarikannya. Tapi, tolong dengarkan aku sebentar saja,” kata sang suami sambil membelai istrinya dengan penuh kasih sayang.
“Allah SWT senantiasa membantu hamba-Nya yang tidak pernah berputus asa dan ikhlas dalam mengerjakan apa pun yang mengandung kebaikan.
Kau adalah seorang istri yang sangat sabar dalam menjaga keluargamu, seorang ibu yang menjadi teladan bagi ketujuh anakmu, dan menjadi pendampingku yang shalihah dengan beratnya tugas-tugasmu.
Aku bisa saja mencarikan seorang Pembantu untuk meringankan pekerjaanmu. Namun, jika kau tetap mengerjakan semua kebaikan itu untuk keluarga kita maka Allah akan menghapus semua salah dan dosamu.” Ujar suaminya.
Sang suami kemudian berkata lagi, “Istriku yang shalihah, perempuan yang tidak pernah lelah menjaga keluarganya dan ikhlas dengan apa yang dilakukannya;
Allah SWT akan menetapkan setiap butiran keringatnya menjadi kebaikan yang dapat melebur keburukannya sekaligus mengangkat derajatnya.”
Sang suami membelai istrinya yang masih terisak menahan malu, lalu diajaknya duduk santai di ruang dapur mungil yang sangat sederhana itu, lalu Sang suami melanjutkan nasehatnya,
“Coba ingat kembali wasiat Rasulullah SAW kepada Fatimah putri Beliau, yang dipersunting Ali Bin Abi Thalib R.a yang sangat miskin, yang ketika itu juga sedang mengeluh kepada Ayahnya Rasulullah SAW karena tangannya yang dulunya halus kini berubah menjadi kasar dan lecet-lecet karena setiap hari harus menumbuk gandum sendiri, mengolah dan memasaknya.
Ada 10 WASIAT Beliau kepada putrinya:
1. Wahai Fatimah! Sesungguhnya wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, kelak Allah akan tetapkan baginya kebaikan dari setiap biji gandum yang diadonnya, dan juga Allah akan melebur kejelekan serta meningkatkan derajatnya.
2. Wahai Fatimah! Sesungguhnya wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah akan menjadikan antara neraka dan dirinya tujuh tabir pemisah.
3. Wahai Fatimah! Sesungguhnya wanita yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan kemudian mencuci pakaiannya, maka Allah akan tetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.
4. Wahai Fatimah! Sesungguhnya wanita yang membantu kebutuhan tetangga-tetang ganya, maka Allah akan membantunya untuk dapat meminum Telaga Kautsar pada hari kiamat nanti.
5. Wahai Fatimah! Yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridha kepadamu,maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah Fatimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.
6. Wahai Fatimah! Di saat seorang wanita hamil, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah tetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan, serta melebur seribu kejelakan. Ketika seorang wanita merasa sakit akan melahirkan, maka Allah tetapkan pahala baginya sama dengan pahala para Pejuang Allah. Di saat seorang wanita melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Di saat seorang wanita meninggal karena melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikit pun, di dalam kubur akan mendapat taman yang indah yang merupakan bagian dari taman surga. Allah memberikan padanya pahala yang sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.
7. Wahai Fatimah! Di saat seorang istri melayani suaminya selama sehari semalam, dengan rasa senang dan ikhlas, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Allah pun akan memberikan kepadanya pahala seratus kali ibadah haji dan umrah.
8. Wahai Fatimah! Di saat seorang istri tersenyum di hadapan suaminya, maka Allah akan memandangnya dengan pandangan penuh kasih.
9. Wahai Fatimah! Di saat seorang istri membentangkan alas tidur untuk suaminya dengan rasa senang hati, maka para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.
10. Wahai Fatimah! Di saat seorang wanita meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggotnya dan memotong kumisnya serta kuku-kukunya, maka Allah akan memberi minuman yang dikemas indah kepadanya, yang didatangkan dari sungai-sungai surga. Allah pun akan mempermudah sakaratul maut baginya, serta menjadikan kuburnya bagian dari taman surga. Allah pun menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal mustaqim dengan selamat.
Istrinya pun menangis karena merasa malu. Sejak itu, dia tak pernah lagi mengeluh.
Subhaanallah, wasiat ini merupakan mutiara termahal nilainya, khususnya bagi setiap istri yang mendambakan kesalehan.
Betapa agung dan mulia-nya posisi wanita dalam rumah tangga ketika ia rela dan ikhlas menjalani fitrahnya sebagai seorang istri.
"Bersedih karena sedang kesusahan ekonomi / kesulitan uang ?"
1. Rasulullah pernah hanya makan 1 keping roti
sehari, air minum segelas dalam sehari dan perutnya diganjal dengan
batu agar tidak terasa sakit perut. (Hemat tapi tidak bakhil)
2. Rasulullah tidur di atas tikar kasar hingga punggungnya ngecap garis tikar. (Ini bisa jadi agar beliau selalu bisa terjaga untuk selalu bangun shalat malam)
3. Rasulullah menjahit pakaiannya sendiri yang robek ( Bila pekerjaan itu mudah, dan bisa dikerjakan sendiri, mengapa harus membayar orang ?)
4. Wajah beliau selalu tersenyum dan dimana saja menebarkan salam dan kedamaian serta kebaikan.
(Gambaran bahwa pengusaha/manusia harus jujur agar selalu bisa tersenyum, dan menjalin tali silaturahim )
5. Saat jamaah shalat Subuh menunggu di masjid , Rasulullah pergi memeriksa kamarnya karena khawatir masih ada uang yang belum dishodaqohkan. (Artinya Mencari diawali dengan Shalat subuh berjamaah di Masjid dan harus gemar berinfaq)
6. Shalat Tahajud sampai kaki Rasulullah bengkak (Tetap bersyukur dan selalu berdoa pada Allah agar ditambah rezekinya)
7. Berbuat baik pada saingan / kompetitor dengan bersaing secara sehat dan tetap menjaga kualitas produk atau dan pelayanan.
8. Abdurrahman Bin Auf juga semua sahabat yang kaya raya, saat berhijrah ke Madinah, harus ikhlas tinggalkan kekayaannya di Mekah. Sampai di Madinah, apa yang mereka perbuat untuk menolong perekonomian mereka ?
Mereka bertanya, "Dimana pasar ? beritahu saya dimana pasar!"...
Itulah tegarnya sahabat Nabi. Mereka percaya "Sesudah kesulitan pasti ada kemudahan" Insya Allah...
2. Rasulullah tidur di atas tikar kasar hingga punggungnya ngecap garis tikar. (Ini bisa jadi agar beliau selalu bisa terjaga untuk selalu bangun shalat malam)
3. Rasulullah menjahit pakaiannya sendiri yang robek ( Bila pekerjaan itu mudah, dan bisa dikerjakan sendiri, mengapa harus membayar orang ?)
4. Wajah beliau selalu tersenyum dan dimana saja menebarkan salam dan kedamaian serta kebaikan.
(Gambaran bahwa pengusaha/manusia harus jujur agar selalu bisa tersenyum, dan menjalin tali silaturahim )
5. Saat jamaah shalat Subuh menunggu di masjid , Rasulullah pergi memeriksa kamarnya karena khawatir masih ada uang yang belum dishodaqohkan. (Artinya Mencari diawali dengan Shalat subuh berjamaah di Masjid dan harus gemar berinfaq)
6. Shalat Tahajud sampai kaki Rasulullah bengkak (Tetap bersyukur dan selalu berdoa pada Allah agar ditambah rezekinya)
7. Berbuat baik pada saingan / kompetitor dengan bersaing secara sehat dan tetap menjaga kualitas produk atau dan pelayanan.
8. Abdurrahman Bin Auf juga semua sahabat yang kaya raya, saat berhijrah ke Madinah, harus ikhlas tinggalkan kekayaannya di Mekah. Sampai di Madinah, apa yang mereka perbuat untuk menolong perekonomian mereka ?
Mereka bertanya, "Dimana pasar ? beritahu saya dimana pasar!"...
Itulah tegarnya sahabat Nabi. Mereka percaya "Sesudah kesulitan pasti ada kemudahan" Insya Allah...
Kisah Mangkuk Yang Tidak Beralas
Seorang raja bersama pengiringnya keluar dari istananya untuk menikmati udara pagi. Di keramaian, ia berpapasan dengan seorang pengemis. Sang raja menyapa pengemis ini:
“Apa yang engkau inginkan dari dariku?”
Si pengemis itu tersenyum dan berkata : “Tuanku bertanya, seakan-akan tuanku dapat memenuhi permintaan hamba.”
Sang raja terkejut, ia merasa tertantang : “Tentu saja aku dapat memenuhi permintaanmu. Apa yang engkau minta, katakanlah!
Maka menjawablah sang pengemis: “Berpikirlah dua kali, wahai tuanku, sebelum tuanku menjanjikan apa-apa.”
Rupanya sang pengemis bukanlah sembarang pengemis. Namun raja tidak merasakan hal itu. Timbul rasa angkuh dan tak senang pada diri raja, karena mendapat nasihat dari seorang pengemis.
“Sudah aku katakan, aku dapat memenuhi permintaanmu.
Apapun juga! Aku adalah raja yang paling berkuasa dan kaya-raya.”
Dengan penuh kepolosan dan kesederhanaan si pengemis itu mengangsurkan mangkuk penadah sedekah: “Tuanku dapat mengisi penuh mangkuk ini dengan apa yang tuanku inginkan.”
Bukan main! Raja menjadi geram mendengar ‘tantangan’ pengemis dihadapannya. Segera ia memerintahkan bendahara kerajaan yang ikut dengannya untuk mengisi penuh mangkuk pengemis kurang ajar ini dengan emas!
Kemudian bendahara menuangkan emas dari pundi-pundi besar yang di bawanya ke dalam mangkuk sedekah sang pengemis. Anehnya, emas dalam pundi-pundi besar itu tidak dapat mengisi penuh mangkuk sedekah.
Tak mau kehilangan muka di hadapan rakyatnya, sang raja terus memerintahkan bendahara mengisi mangkuk itu. Tetapi mangkuk itu tetap kosong. Bahkan seluruh perbendaharaan kerajaan: emas, intan berlian, ratna mutu manikam telah habis dilahap mangkuk sedekah itu. Mangkuk itu seolah tanpa dasar, berlubang.
Dengan perasaan tak menentu, sang raja jatuh bersimpuh di kaki si pengemis bukan pengemis biasa, terbata-bata ia bertanya : “Sebelum berlalu dari tempat ini, dapatkah tuan menjelaskan terbuat dari apakah mangkuk sedekah ini?”
Pengemis itu menjawab sambil tersenyum : “Mangkuk itu terbuat dari keinginan manusia yang tanpa batas. Itulah yang mendorong manusia senantiasa bergelut dalam hidupnya.
Ada kegembiraan, gairah memuncak di hati, pengalaman yang mengasyikkan kala engkau menginginkan sesuatu.
Ketika akhirnya engkau telah mendapatkan keinginan itu, semua yang telah kau dapatkan itu, seolah tidak ada lagi artinya bagimu. Semuanya hilang ibarat emas intan berlian yang masuk dalam mangkuk yang tak beralas itu.
Kegembiraan, gairah, dan pengalaman yang mengasyikkan itu hanya tatkala dalam proses untuk mendapatkan keinginan.
Begitu saja seterusnya, selalu kemudian datang keinginan baru. Orang tidak pernah merasa puas. Ia selalu merasa kekurangan."
Raja itu bertanya lagi : “Adakah cara untuk dapat menutup alas mangkuk itu?”
“Tentu ada yaitu rasa syukur. Jika engkau pandai bersyukur, kebahagiaan akan datang kepadamu.”
Ucap sang pengemis itu, sambil ia berjalan kemudian menghilang dari mata khalayak.
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)


