Kepada para muslimah Allah swt telah dengan tegas memberi perintah agar menutup auratnya dengan jilbab. Sebagaimana firman-Nya:
“Hai Nabi, katakanlah
kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang
mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh
mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,
karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)
Perintah tentang pentingnya menutup aurat ini juga dengan gamblang terdapat dalam firman Allah swt:
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka enampakkan
perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah
mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan
perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah
suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami
mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera
saudara lelaki mereka, atau putera-puteri saudara perempuan mereka, atau
wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau
pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap
wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan
janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang
mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai
orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An Nuur: 31)
Jelas sudah bukan, bahwa menutup aurat bagi para muslimah adalah
kewajiban syariat yang tak terbantahkan. Meninggalkannya kita berdosa.
Menjalankannya kita raup pahala.
Wanita Yang Berdosa Karena Jilbab
Jika perintah berjilbab itu turun dari Allah swt, tentu mentaatinya
akan berbuah pahala. Akan tetapi, sebagai muslimah kita harus waspada.
Sebab, jilbab tak selalu mendatangkan pahala dan keridhoan Allah. Tapi
justru sebaliknya, dengan jilbab kita dapat terjerumus ke lubang dosa.
Banyak di antara kita yang merasa dirinya telah menutup aurat dengan
mengenakan jilbab. Ada yang pergi ke sekolah dengan rok dan atasan serta
kerudung yang dililit di leher. Ada juga yang pergi ke kampus dengan
celana jeans dan kaos ketat serta kerudung yang lagi-lagi dibuat
mencekik leher. Tak mau kalah para muslimah karier yang pergi ke kantor
dengan jilbab gaul ditambah semprotan parfum yang luar biasa wanginya.
Dengan itu, semua merasa telah menutup aurat. Semua juga telah merasa
mengenakan jilbab.
Tapi benarkah yang demikian yang dituntut
oleh syariat agar diterapkan? Atau justru yang demikian itulah yang
dapat menambah deretan panjang dosa-dosa kita?
Para muslimah, mari kita waspada. Inilah hal-hal yang dapat menjadikan jilbab kita sebagai ajang meraup dosa:
1. Jilbab Dengan Bahan Tipis dan Transparan
Mengenakan jilbab dengan bahan yang tipis memang terlihat modis. Ya,
rata-rata bahan pakaian yang tipis akan menjadi model busana yang
‘jatuh’ menjuntai. Belum lagi jika kita tinggal di daerah yang notabene
berhawa panas. Jilbab dengan bahan tipis menjadi pilihan yang nyaman
dipakai. Tapi sadarkah para muslimah, jilbab dengan bahan tipis dan
transparan ini adalah kriteria jilbab yang dapat menjerumuskan kita ke
dalam dosa. Untuk kategori pakaian yang seperti ini, Rasulullah
menyebutnya dengan istilah “Berpakaian tapi telanjang” sebagaimana sabda
beliau:
“Dua golongan ahli neraka yang tidak pernah aku lihat:
seorang yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang dia memukul
orang-orang, dan perempuan yang berpakaian tetapi telanjang,
berlenggak-lenggok, kepalanya bagaikan punuk unta yang bergoyang. Mereka
tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan baunya, sekalipun ia
bisa didapatkan dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)
Ini dia contohnya:
2. Jilbab Ketat / Jilbab Lemper
Turunnya ayat yang mewajibkan muslimah berjilbab di antaranya adalah
agar lekukan-lekukan tubuhnya dapat tertutup sempurna sehingga ia
terbebas dari fitnah. Akan tetapi, hal ini tidak mungkin terwujud jika
muslimah bermaksud menutupi auratnya dengan pakaian yang ketat. Meski
terkadang pakaian seperti ini menutupi warna kulit, namun tetap saja
pakaian ketat dapat menampakkan seluruh lekuk tubuh atau sebagiannya.
Ini dia contohnya:
3. Jilbab Berparfum
Dari Abu Musa Al-Asyari bahwasanya ia berkta Rasulullah bersabda :
“Siapapun perempuan yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum
laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina.” (HR.
An-Nasai II:38, Abu dawud II:92, At-Tirmidzi IV:17, At-Tirmidzi
menyatakan Hasan Shahih)
Perlu diketahui, di dunia barat
sekuler, salah satu “fungsi” parfum adalah sebagai alat seducing man
(menggoda laki-laki). Begitulah mudharat parfum yang dipakai oleh
perempuan (ketika keluar rumah).
4. Jilbab Yang Menyerupai Pakaian Lelaki
Tidak asing dalam keseharian kita dapati muslimah yang merasa diri
telah menutup aurat dengan celana jeans yang ketat, dipadu kemeja atau
kaos lengan panjang, dan kerudung yang sekedar menutup kepala tanpa
menjuntai hingga dada sebagaimana perintah Allah dalam Al-Qur’an surat
An Nuur ayat 31. Sedangkan hingga belahan dunia mana pun terlebih di
Indonesia, kita mendapati bahwa celana dan kemeja adalah pakaian kaum
lelaki.
Oleh karena itu, jika kita dapati muslimah dengan
paduan busana yang demikian, maka sebenarnyalah ia sedang tampil
menyerupai kaum laki-laki. Sedangkan Abu Hurairah berkata: “Rasulullah
saw melaknat lelaki yang memakai pakaian yang menyerupai pakaian wanita,
dan melaknat wanita yang memakai pakaian yang menyerupai pakaian
lelaki.”
Ini dia contohnya:
5. Jilbab Yang Menyerupai Wanita-wanita Kafir
Semakin pesatnya perkembangan mode --beberapa mengklaim sebagai mode
busana muslimah-- menuntut kewaspadaan kaum muslimah. Pemahaman yang
benar tentang jilbab yang memenuhi kaidah yang ditetapkan oleh hukum
syara mutlak dimiliki oleh setiap muslimah. Jika tidak, alih-alih ingin
mengenakan jilbab, ternyata pakaian yang kita kenakan justru menyerupai
pakaian wanita-wanita kafir. Na’udzubillah. Sedangkan Abdullah bin Amru
bin Ash berkata:
“Rasulullah melihat saya mengenakan dua buah
kain yang dicelup dengan warna ushfur, maka beliau bersabda: Sungguh ini
merupakan pakaian orang-orang kafir maka jangan memakainya.” (HR.
Muslim 6/144, Hadits Shahih)
Ini dia contohnya:
Jelas
bukan, jilbab seperti apa yang dapat menjerumuskan muslimah dalam dosa.
Selain pemahaman yang benar akan ketentuan berjilbab yang sesuai dengan
hukum syariat, tentunya penting bagi muslimah untuk terus berada dalam
lingkaran saudara-saudara seiman yang tak lelah mengkaji dan
mengaplikasikan ilmu-ilmu Allah.
Hal ini sengaja pihak Gelora
Sriwijaya lakukan agar muslimah dapat senantiasa istiqomah menjalankan
syariat Allah, juga agar muslimah tidak menjadi sasaran musuh-musuh
Islam yang tak henti-hentinya mempropagandakan hal-hal yang dapat
merusak pemahaman terlebih keimanan kita. Tak terkecuali dalam hal
berbusana.
Jumat, 11 Januari 2013
Kisah Cinta dan Kebesaran Hati Salman Al Farisi
Salman Al Farisi adalah salah seorang sahabat Nabi saw yang berasal dari Persia. Salman sengaja meninggalkan kampung halamannya untuk mencari cahaya kebenaran. Kegigihannya berbuah hidayah Allah dan pertemuan dengan Nabi Muhammad saw di kota Madinah. Beliau terkenal dengan kecerdikannya dalam mengusulkan penggalian parit di sekeliling kota Madinah ketika kaum kafir Quraisy Mekah bersama pasukan sekutunya datang menyerbu dalam perang Khandaq.
Berikut ini adalah sebuah kisah yang sangat menyentuh hati dari seorang Salman Al Farisi: tentang pemahamannya atas hakikat cinta kepada perempuan dan kebesaran hati dalam persahabatan.
Salman Al Farisi sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang dikenalnya sebagai wanita mu’minah lagi shalihah juga telah mengambil tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai pacar. Tetapi sebagai sebuah pilihan untuk menambatkan cinta dan membangun rumah tangga dalam ikatan suci.
Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah berbicara untuknya dalam khithbah, pelamaran.
Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang telah dipersaudarakan dengannya, Abu Darda’.
“Subhanallaah... wal hamdulillaah...”, girang Abu Darda’ mendengarnya. Keduanya tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.
“Saya adalah Abu Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah SAW, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abu Darda’ berbicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.
“Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah,
“menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.”
Abu Darda dan Salman menunggu dengan berdebar-debar. Hingga sang ibu muncul kembali setelah berbincang-bincang dengan puterinya.
“Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya.
“Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman. Namun jika Abu Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”
Keterus terangan yang di luar perkiraan kedua sahabat tersebut. Mengejutkan bahwa sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya. Bayangkan sebuah perasaan campur aduk dimana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran. Ya, bagaimanapun Salman memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya.
Namun mari kita simak apa reaksi Salman, sahabat yang mulia ini:
“Allahu Akbar!”, seru Salman,
“Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!”
Betapa indahnya kebesaran hati Salman Al Farisi. Ia begitu faham bahwa cinta, betapapun besarnya, kepada seorang wanita tidaklah serta merta memberinya hak untuk memiliki. Sebelum lamaran diterima, sebelum ijab qabul diikrarkan, tidaklah cinta menghalalkan hubungan dua insan. Ia juga sangat faham akan arti persahabatan sejati. Apalagi Abu Darda’ telah dipersaudarakan oleh Rasulullaah saw dengannya. Bukanlah seorang saudara jika ia tidak turut bergembira atas kebahagiaan saudaranya. Bukanlah saudara jika ia merasa dengki atas kebahagiaan dan nikmat atas saudaranya.
“Tidaklah seseorang dari kalian sempurna imannya, sampai ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya.” [HR. Bukhari]
Semoga bermanfaat dan dapat diambil hikmah dari kisah Salman ini.
NILAI DIRI KAUM PRIA
Pria terindah di mata wanita bukanlah yang
paling tampan raut wajahnya, melainkan yang paling menawan keimanan dan
budi pekertinya...
Pria terjantan di hadapan wanita bukanlah yang paling berani mengungkap kata cinta, melainkan yang paling berani menemui wali sang hawa untuk meminangnya...
Pria teromantis di hati wanita bukanlah yang paling mesra mengungkap kata cinta, melainkan yang berani mempertanggung jawabkan kata cinta di hadapan Allah dengan berazam untuk menghalalkannya...
Pria tergagah di hadapan wanita bukanlah yang paling kekar tubuhnya, melainkan yang mampu bertanggungjawab menopang keluarga...
Pria terkaya di angan wanita bukan terbanyak hartanya, melainkan yang kaya hatinya sehingga pandai bersyukur atas karunia-Nya...
Pria terpandai di benak wanita bukanlah yang paling banyak ilmunya, melainkan yang paling peduli untuk membimbing kepada jalan yang diridhoi-Nya...
Pria paling dermawan di hadapan wanita bukanlah yang paling banyak sedekahnya, melainkan yang paling perhatian memenuhi kewajiban keluarga...
Saudariku, sejatinya nilai diri kaum pria bukan hanya karena tampan, jantan, romantis, gagah, kaya, pandai dan dermawan, namun sejauh mana ia mampu mengasah keimanan dan perilakunya agar lebih menawan. Kaum pria begitu berharga jika ia mampu mempertanggungjawabkan segala ucapan dan perbuatan di hadapan Allah yang maha menyaksikan...
Bidadari dunia mencari bekal untuk akhirat?
Pria terjantan di hadapan wanita bukanlah yang paling berani mengungkap kata cinta, melainkan yang paling berani menemui wali sang hawa untuk meminangnya...
Pria teromantis di hati wanita bukanlah yang paling mesra mengungkap kata cinta, melainkan yang berani mempertanggung jawabkan kata cinta di hadapan Allah dengan berazam untuk menghalalkannya...
Pria tergagah di hadapan wanita bukanlah yang paling kekar tubuhnya, melainkan yang mampu bertanggungjawab menopang keluarga...
Pria terkaya di angan wanita bukan terbanyak hartanya, melainkan yang kaya hatinya sehingga pandai bersyukur atas karunia-Nya...
Pria terpandai di benak wanita bukanlah yang paling banyak ilmunya, melainkan yang paling peduli untuk membimbing kepada jalan yang diridhoi-Nya...
Pria paling dermawan di hadapan wanita bukanlah yang paling banyak sedekahnya, melainkan yang paling perhatian memenuhi kewajiban keluarga...
Saudariku, sejatinya nilai diri kaum pria bukan hanya karena tampan, jantan, romantis, gagah, kaya, pandai dan dermawan, namun sejauh mana ia mampu mengasah keimanan dan perilakunya agar lebih menawan. Kaum pria begitu berharga jika ia mampu mempertanggungjawabkan segala ucapan dan perbuatan di hadapan Allah yang maha menyaksikan...
Bidadari dunia mencari bekal untuk akhirat?
PERNAHKAH KAMU DICINTAI SESEORANG SEPERTI INI ?
Seseorang yang mencintai kamu... Tidak bisa
memberi alasan, mengapa ia mencintaimu... Dia hanya tahu, di mata dia,
kamulah satu-satu nya...
Seseorang yang mencintai kamu...
Sebenarnya selalu membuatmu marah, gila, jengkel, stress...
Tapi ia tidak pernah tahu hal bodoh apa yang sudah ia lakukan, karena semua yang ia lakukan adalah untuk kebaikanmu...
Seseorang yang mencintai kamu...
Jarang memujimu...
Tetapi di dalam hatinya, kamu adalah yang terbaik...
Hanya itu yang ia tahu...
Seseorang yang mencintai kamu...
Akan marah atau mengeluh...
Jika kamu tidak membalas pesannya atau teleponnya...
Karena ia peduli, dan tidak ingin sesuatu terjadi padamu...
Seseorang yang mencintai kamu...
Hanya menjatuhkan air matanya di hadapanmu...
Dan, ketika kamu mencoba menghapus air matanya, kamu telah menyentuh hatinya...
Di mana hatinya selalu berdegup, berdenyut, bergetar untukmu...
Seseorang yang mencintai kamu...
Akan mengingat setiap kata yang kamu ucapkan...
Yang sengaja terucap, atau bahkan yang tidak sengaja...
Dan ia akan selalu menggunakan kata-kata itu, tepat pada waktunya...
Seseorang yang mencintai kamu...
Tidak akan memberikan janji apapun dengan mudah...
Karena ia tidak mau mengingkari janjinya...
Ia ingin kamu untuk mempercayainya...
Dan ia ingin memberikan hidup yang paling bahagia dan aman untukmu selamanya...
Seseorang yang mencintai kamu...
Mungkin tidak bisa mengingat kejadian atau kesempatan istimewa, seperti perayaan hari ulang tahunmu, atau yang lainnya... Tapi ia tahu bahwa setiap detik yang ia lalui adalah saat di mana... Ia mencintai kamu, dan tidak peduli hari apakah ini...
Pernahkan kita mencintai dan dicintai seperti ini...?
Seseorang yang mencintai kamu...
Sebenarnya selalu membuatmu marah, gila, jengkel, stress...
Tapi ia tidak pernah tahu hal bodoh apa yang sudah ia lakukan, karena semua yang ia lakukan adalah untuk kebaikanmu...
Seseorang yang mencintai kamu...
Jarang memujimu...
Tetapi di dalam hatinya, kamu adalah yang terbaik...
Hanya itu yang ia tahu...
Seseorang yang mencintai kamu...
Akan marah atau mengeluh...
Jika kamu tidak membalas pesannya atau teleponnya...
Karena ia peduli, dan tidak ingin sesuatu terjadi padamu...
Seseorang yang mencintai kamu...
Hanya menjatuhkan air matanya di hadapanmu...
Dan, ketika kamu mencoba menghapus air matanya, kamu telah menyentuh hatinya...
Di mana hatinya selalu berdegup, berdenyut, bergetar untukmu...
Seseorang yang mencintai kamu...
Akan mengingat setiap kata yang kamu ucapkan...
Yang sengaja terucap, atau bahkan yang tidak sengaja...
Dan ia akan selalu menggunakan kata-kata itu, tepat pada waktunya...
Seseorang yang mencintai kamu...
Tidak akan memberikan janji apapun dengan mudah...
Karena ia tidak mau mengingkari janjinya...
Ia ingin kamu untuk mempercayainya...
Dan ia ingin memberikan hidup yang paling bahagia dan aman untukmu selamanya...
Seseorang yang mencintai kamu...
Mungkin tidak bisa mengingat kejadian atau kesempatan istimewa, seperti perayaan hari ulang tahunmu, atau yang lainnya... Tapi ia tahu bahwa setiap detik yang ia lalui adalah saat di mana... Ia mencintai kamu, dan tidak peduli hari apakah ini...
Pernahkan kita mencintai dan dicintai seperti ini...?
CARA MEMBUAT HATI DAN FIKIRAN TENANG
1. Pandai Bersyukur
Kita harus sering melihat kondisi orang yang berada di bawah kita dan membatasi melihat orang-orang yang berada di atas kita. Kita akan merasa cukup walaupun hidup sederhana apa adanya. Apa yang kita dapat akan lebih bermakna dibandingkan orang yang memiliki segunung harta tetapi selalu merasa kurang.
2. Jangan terlalu Mengejar Cita-Cita Keduniawian
Menghabiskan sebagian besar waktu demi mencari materi akan membuat kita menyesal di kemudian hari. Gunakan sebagian waktu yang ada untuk beramal, beribadah, sedekah, membangun keluarga yang bahagia, memberi kontribusi bagi lingkungan sosial masyarakat, dan lain sebagainya.
3. Bantu Orang Lain & Selalu Berbuat Kebaikan Serta Amal Shaleh
Bangun suasana yang akrab dan kekeluargaan dengan saudara, tetangga dan orang-orang di lingkungan kita karena manusia adalah makhluk sosial. Lingkungan sosial yang baik akan membantu kita hidup saling tolong-menolong satu sama lain, bergotong-royong, musyawarah untuk mufakat, saling menjaga, dan lain sebagainya.
4. Manajemen Emosi
Jaga emosi dan nafsu kita karena mereka dapat menghancurkan kita dan meninggalkan kita dalam penderitaan. Latih nafsu dan emosi dengan puasa. Jangan mudah terpancing emosi. Jadilah orang yang baik dan hindari menjadi orang jahat/penjahat. Biarkan saja orang lain bilang apa/melakukan apa, karena dunia penuh dengan ujian dan persoalan.
5. Hidup Sederhana
Dengan hidup sederhana kita akan selalu merasa berkecukupan dan hidup tenang lahir batin. Hidup mewah dan gelamor butuh biaya yang tidak sedikit dan harus terus menjaga image dengan banyak daya upaya. Dengan hidup sederhana dan rendah diri kita tidak akan mudah stres. Fokuslah ke kekayaan non materi dan fisik (kecantikan/ketampanan) karena orang akan lebih menghargai kita jika kita punya banyak kemampuan yang tidak dimiliki orang lain tetapi kita tidak sombong.
Kita harus sering melihat kondisi orang yang berada di bawah kita dan membatasi melihat orang-orang yang berada di atas kita. Kita akan merasa cukup walaupun hidup sederhana apa adanya. Apa yang kita dapat akan lebih bermakna dibandingkan orang yang memiliki segunung harta tetapi selalu merasa kurang.
2. Jangan terlalu Mengejar Cita-Cita Keduniawian
Menghabiskan sebagian besar waktu demi mencari materi akan membuat kita menyesal di kemudian hari. Gunakan sebagian waktu yang ada untuk beramal, beribadah, sedekah, membangun keluarga yang bahagia, memberi kontribusi bagi lingkungan sosial masyarakat, dan lain sebagainya.
3. Bantu Orang Lain & Selalu Berbuat Kebaikan Serta Amal Shaleh
Bangun suasana yang akrab dan kekeluargaan dengan saudara, tetangga dan orang-orang di lingkungan kita karena manusia adalah makhluk sosial. Lingkungan sosial yang baik akan membantu kita hidup saling tolong-menolong satu sama lain, bergotong-royong, musyawarah untuk mufakat, saling menjaga, dan lain sebagainya.
4. Manajemen Emosi
Jaga emosi dan nafsu kita karena mereka dapat menghancurkan kita dan meninggalkan kita dalam penderitaan. Latih nafsu dan emosi dengan puasa. Jangan mudah terpancing emosi. Jadilah orang yang baik dan hindari menjadi orang jahat/penjahat. Biarkan saja orang lain bilang apa/melakukan apa, karena dunia penuh dengan ujian dan persoalan.
5. Hidup Sederhana
Dengan hidup sederhana kita akan selalu merasa berkecukupan dan hidup tenang lahir batin. Hidup mewah dan gelamor butuh biaya yang tidak sedikit dan harus terus menjaga image dengan banyak daya upaya. Dengan hidup sederhana dan rendah diri kita tidak akan mudah stres. Fokuslah ke kekayaan non materi dan fisik (kecantikan/ketampanan) karena orang akan lebih menghargai kita jika kita punya banyak kemampuan yang tidak dimiliki orang lain tetapi kita tidak sombong.
10 CIRI-CIRI WANITA BERKUALITAS
1. Lemah-lembut ....
Coba perhatikan cara Cewek berbicara kepana teman-temannya. Apakah dia selalu suka bernada keras, teriak-teriak, atau malah sopan dan selalu lembut dalam berkata-kata? Ciri-ciri inilah yang mencerminkan di mana cara si Cewek akan berbicara kepada kamu dan keluargamu nantinya.
2. H e m a t ....
Cowok mana yang mau punya Cewek bermaterialistis? Nanti kalau kamu sudah berkeluarga dengan Cewek tersebut, dia akan menghabiskan uang untuk belanja baju-baju yang tidak perlu. Coba perhatikan dari cara dia menghabiskan uangnya sekarang. Apakah dia termasuk orang yang hemat, pelit, atau hura-hura?
3. Perhatian ....
“Kok dia bisa ingat dengan ulang tahun orang tuaku?” ujar kamu. Itu adalah pertanda bagus. Dia benar-benar perhatian akan hal-hal kecil seperti itu. Padahal, kalian belum menikah. Sehabis kamu pulang kerja, makananpun sudah tersedia. Saat kamu sedang sakit, dia memasakan bubur untuk kamu. Hal-hal kecil seperti itulah yang akan membantu dan memperkuat hubungan kamu. Bukankah Cowok juga memang suka diberi perhatian lebih dari si Cewek?
4. P e n y a b a r ....
Kamu telat untuk kencan dengan si Cewek tapi si Cewek tidak marah sama sekali saat kamu datang dan dia sudah menunggu 25 menit kelaparan. Kenapa sabar itu ciri-ciri yang baik? Coba pikirkan kalau anda sedang dalam situasi apa saja yang berbau negatif; kesabaran itu akan membantu suasana itu tidak menjadi lebih buruk. Coba bayangkan kamu sedang kencan dengan Cewek yang tidak sabar. Sedikit-sedikit dia marah karena kamu tidak tepat waktu, berbuat sedikit kesalahan. Kencan yang seharusnya senang-senang malahan menjadi pengalaman buruk.
5. Sederhana ....
Perhatikan apakah si Cewek kamu suka berlebihan di depan teman-temannya. Apakah dia suka memamerkan tas baru yang baru dia beli hari itu juga? Orang yang suka pamer dan tidak sederhana menunjukan kalau si Cewek itu tidak percaya diri; ada kekurangan yang dia punya dan ingin menutupinya dengan memamerkan sesuatu yang lebih dari dia. Ini sifat yang tidak bagus untuk para Cowok.
6. Jaga Kecantikan ....
Tidak berarti Cewek itu harus tampil cantik, tapi menjaga kecantikan itu juga berarti itu Cewek tahu bagaimana caranya menjaga dan merawat dirinya sendiri. Jikalah anda sedang berkencan dengan dia, perhatikanlah “make-up” yang dia pakai. Apakah terlalu berlebihan sehingga menarik perhatian orang-orang lain di sekitar anda? Apakah dia memakai rok mini yang berlebihan? Jaga kecantikan itu berarti menjaga penampilan secukupnya dan sewajarnya di saat dan tempat yang benar.
7. Dewasa dan Bijaksana ....
Cowok suka dengan Cewek yang bijaksana dan bersikap dewasa. Di saat kesusahan, Cowok akan membutuh bantuan dari seorang Cewek yang dewasa dan bijaksana dalam mengambil keputusan.
8. Taat Beragama ....
Agama adalah salah satu pegangan hidup untuk kita manusia. Taat kepada agama juga menunjukan kalau si Cewek akan taat terhadap kamu. Bukan berarti kamu bisa semena-mena terhadap dia dan menyuruh si Cewek untuk menuruti apapun yang kamu mau, tapi taat beragama menunjukan bahwa si Cewek juga mempunyai prinsip hidup yang baik dan yang dia tekuni.
9. K e i b u a n ....
Cewek kalau senang bermain dengan anak kecil, bisa menggendong bayi, menunggu mereka tidur, dan sebagainya. Inilah tanda-tanda dari Cewek yang bisa kamu bayangkan saat mereka menjadi istri kamu. Dia akan menjadi seorang ibu yang pandai di dalam rumah tangga.
10. Tabah Menderita dan Mau Bekerja Keras ....
Inilah salah satu ciri-ciri dari Cewek yang agak susah dicari. Mengapa? Cewek sudah terbiasa dengan tradisi di mana Cowok yang mencari uang. Di masa-masa sulit, Cewek biasanya tidak terbiasa untuk bekerja keras untuk keluarga. Jikalau kamu sudah menemukan Cewek yang tabah menderita dan mau bekerja keras, hargailah dia .... !!!
Coba perhatikan cara Cewek berbicara kepana teman-temannya. Apakah dia selalu suka bernada keras, teriak-teriak, atau malah sopan dan selalu lembut dalam berkata-kata? Ciri-ciri inilah yang mencerminkan di mana cara si Cewek akan berbicara kepada kamu dan keluargamu nantinya.
2. H e m a t ....
Cowok mana yang mau punya Cewek bermaterialistis? Nanti kalau kamu sudah berkeluarga dengan Cewek tersebut, dia akan menghabiskan uang untuk belanja baju-baju yang tidak perlu. Coba perhatikan dari cara dia menghabiskan uangnya sekarang. Apakah dia termasuk orang yang hemat, pelit, atau hura-hura?
3. Perhatian ....
“Kok dia bisa ingat dengan ulang tahun orang tuaku?” ujar kamu. Itu adalah pertanda bagus. Dia benar-benar perhatian akan hal-hal kecil seperti itu. Padahal, kalian belum menikah. Sehabis kamu pulang kerja, makananpun sudah tersedia. Saat kamu sedang sakit, dia memasakan bubur untuk kamu. Hal-hal kecil seperti itulah yang akan membantu dan memperkuat hubungan kamu. Bukankah Cowok juga memang suka diberi perhatian lebih dari si Cewek?
4. P e n y a b a r ....
Kamu telat untuk kencan dengan si Cewek tapi si Cewek tidak marah sama sekali saat kamu datang dan dia sudah menunggu 25 menit kelaparan. Kenapa sabar itu ciri-ciri yang baik? Coba pikirkan kalau anda sedang dalam situasi apa saja yang berbau negatif; kesabaran itu akan membantu suasana itu tidak menjadi lebih buruk. Coba bayangkan kamu sedang kencan dengan Cewek yang tidak sabar. Sedikit-sedikit dia marah karena kamu tidak tepat waktu, berbuat sedikit kesalahan. Kencan yang seharusnya senang-senang malahan menjadi pengalaman buruk.
5. Sederhana ....
Perhatikan apakah si Cewek kamu suka berlebihan di depan teman-temannya. Apakah dia suka memamerkan tas baru yang baru dia beli hari itu juga? Orang yang suka pamer dan tidak sederhana menunjukan kalau si Cewek itu tidak percaya diri; ada kekurangan yang dia punya dan ingin menutupinya dengan memamerkan sesuatu yang lebih dari dia. Ini sifat yang tidak bagus untuk para Cowok.
6. Jaga Kecantikan ....
Tidak berarti Cewek itu harus tampil cantik, tapi menjaga kecantikan itu juga berarti itu Cewek tahu bagaimana caranya menjaga dan merawat dirinya sendiri. Jikalah anda sedang berkencan dengan dia, perhatikanlah “make-up” yang dia pakai. Apakah terlalu berlebihan sehingga menarik perhatian orang-orang lain di sekitar anda? Apakah dia memakai rok mini yang berlebihan? Jaga kecantikan itu berarti menjaga penampilan secukupnya dan sewajarnya di saat dan tempat yang benar.
7. Dewasa dan Bijaksana ....
Cowok suka dengan Cewek yang bijaksana dan bersikap dewasa. Di saat kesusahan, Cowok akan membutuh bantuan dari seorang Cewek yang dewasa dan bijaksana dalam mengambil keputusan.
8. Taat Beragama ....
Agama adalah salah satu pegangan hidup untuk kita manusia. Taat kepada agama juga menunjukan kalau si Cewek akan taat terhadap kamu. Bukan berarti kamu bisa semena-mena terhadap dia dan menyuruh si Cewek untuk menuruti apapun yang kamu mau, tapi taat beragama menunjukan bahwa si Cewek juga mempunyai prinsip hidup yang baik dan yang dia tekuni.
9. K e i b u a n ....
Cewek kalau senang bermain dengan anak kecil, bisa menggendong bayi, menunggu mereka tidur, dan sebagainya. Inilah tanda-tanda dari Cewek yang bisa kamu bayangkan saat mereka menjadi istri kamu. Dia akan menjadi seorang ibu yang pandai di dalam rumah tangga.
10. Tabah Menderita dan Mau Bekerja Keras ....
Inilah salah satu ciri-ciri dari Cewek yang agak susah dicari. Mengapa? Cewek sudah terbiasa dengan tradisi di mana Cowok yang mencari uang. Di masa-masa sulit, Cewek biasanya tidak terbiasa untuk bekerja keras untuk keluarga. Jikalau kamu sudah menemukan Cewek yang tabah menderita dan mau bekerja keras, hargailah dia .... !!!
Senin, 30 Januari 2012
Pasrah Atas Kehendak ILAHI, Meski Derita Datang Tiada Henti (Kisah Nyata)
Tiga puluh tujuh tahun yang lalu aku menikah dengan lelaki idamanku yang bernama Dani. Di mataku lelaki ini cukup sempurna. Ganteng, juga berasal dari keluarga dan lingkungan islami. Dengan memilihnya sebagai suami, kupikir, ia bisa membimbingku sebagai istri yang sakinah. Meski ia hanya berprofesi sebagai sopir truk, tapi aku cukup bangga bila ia meminangku sebagi istrinya. Pekerjaan apapun yang penting halal dan aku mencintainya.
Dengan pertimbangan inilah, aku menikah dengan Dani sekitar 37 tahun yang lalu. Aku menikah dengan pesta resepsi seperti di kampung-kampung umumnya. Sederhana namun meriah. Undangan pun banyak yang hadir memeriahkan pestaku. Rasanya aku seperti ratu sehari. Semua orang memuji kecantikanku dengan kebaya pengantin yang kukenakan. Begitu pula, dengan Dani. Ketampanannya semakin tampak dengan baju pengantin daerah yang ia kenakan.
Setelah menikah, kami tinggal di rumah Abah dan Emakku. Maklum, suamiku hanya sebagai sopir yang belum mampu membelikanku sebuah rumah. Meski begitu, aku cukup bahagia. Terlebih kedua orang tuaku cukup menerima Dani. Tanpa melihat materi dan profesi menantunya. “Yang penting, menantuku baik terhadap putrimu. Dan, bisa membuat anakku bahagia,’ mungkin begitulah pikir kedua orang tuaku ketika itu.
...kami memang pasangan yang sangat bahagia. Kesulitan ekonomi bukan halangan bagi kami untuk menghirup kebahagiaan. Terlebih saat kami dikaruniai dua orang putri yang lucu dan cantik...
Kenyataannya memang begitu, kami memang pasangan yang sangat bahagia. Kesulitan ekonomi bukan halangan bagi kami untuk menghirup kebahagiaan. Terlebih saat kami dikaruniai dua orang putri yang lucu dan cantik. Ari dan Ami namanya. Untuk membantu kebutuhan keluarga, aku bekerja di bengkel sepatu (rumah produksi, red) yang banyak terdapat di wilayahku.
Minuman Keras Merampas Kebahagiaanku...
Diluar perkiraanku, saat hamil putriku yang ketiga, sikap suamiku berjungkal balik. Sikapnya sungguh berlawanan dengan Dani yang sesungguhnya. Dia kerap bersikap kasar dan bicaranya “ngawur”. Ini semua dikarenakan ia mulai menenggak minuman keras. Aku pun tidak mengerti kenapa ia bisa tergoda oleh minuman yang memabukkan itu. Padahal sebagai istri, aku sudah berusaha bersikap yang terbaik untuk melayaninya. Kelucuan kedua putrimu pun, ternyata tidak mampu menangkal dari godaan minuman menyesatkan ini.
Apalagi, waktu itu, aku tengah hamil anakku yang ketiga. Seharusnya dia memanjakanku seperti saat kehamilanku sebelumnya. Tapi kenyataannya tidak. Justru sebaliknya. Setiap pulang ke rumah, bukannya uang atau oleh-oleh yang dibawanya, melainkan cacian serta omongan-omongan ngelantur dan tidak jelas. Pandangan tampak teler dan badannya biasanya tegap kini menjadi sempoyongan dan tidak stabil.
Sungguh pemandangan yang memalukan! Seharusnya ia malu bersikap begitu! Karena kami masih menumpang pada orang tua. Dasar tidak tahu diri! Kata-kata itulah yang sering kupendam dalam hatiku. Ingin rasanya, aku menghindar dari pertengkaran dengan suamiku. Karena aku merasa malu dengan kedua orang tuaku serta tetanggaku yang letak rumah kami tidaklah berjauhan.
..hingga anakku yang ketiga lahir, sikapnya suamiku tak kunjung berubah. Si pemabuk ini semakin menggila. Penghasilan sebagai sopir tak pernah diserahkannya kepadaku. Uang itu dihabiskannya untuk membeli minuman setan...
Dari waktu ke waktu, hingga anakku yang ketiga, Ani lahir, sikapnya Dani tak kunjung berubah. Si pemabuk ini semakin menggila. Penghasilan sebagai sopir tak pernah diserahkannya kepadaku. Uang itu dihabiskannya untuk membeli minuman setan.
Sikapnya semakin kasar. Pukulan demi pukulan melayang ke tubuhku bila aku tengah mengingatkannya. Tak puas dengan pukulan, terkadang ia gunakan senjata atau barang yang ada di dekatnya. Senjata angin pernah ditodongkan ke arahku. Ini membuatku ketakutan tak terkira. Menggigil seluruh tubuh menahan rasa takut. Karena kutahu, dalam senapan itu memang ada pelurunya.
Kenapa aku begitu ketakutan? Sebelum ia menodongkan senjatanya padaku terlebih dahulu ia menembakkan senapan pinjamannya ini ke arah langit-langit rumah. Cicak-cicak yang berada di atap itu ditembakinya. Tak ada seorang pun yang berani melerainya. Semua larut dalam ketakutan. Jadi walau sebatas ancaman, aku berada dalam ketakutan yang luar biasa. Pernah pula, ia mengancam dengan celurit. Juga senjata-senjata tajam lainnya. Dasar pengecut! Ia hanya berani melawan wanita lemah seperti aku.
Awalnya, aku memang selalu dihantui rasa takut bila berpapasan dengannya. Senantiasa aku mengalah. Apalagi jika ia sedang mabuk. Matanya tidak bisa lagi memandangku sebagai wanita yang pernah dicintainya. Di hadapannya aku hanyalah musuh bebuyutan yang harus dihadangnya. Kelemahanku membuat taringnya semakin muncul untuk membuat keonaran. Hatiku merintih. Iba rasanya melihat ketiga putriku yang seharusnya dimanjakan oleh ayahnya malah akrab dengan suasana tegang.
Aku tidak ingin lagi melihat anakku, Abah serta Emakku larut dalam ketakutan. Aku harus berontak dan bersikap tegas. Dengan memohon kekuatan kepada Allah SWT, agar diberikan kekuatan untuk menceraikannya. Meski hati kecilku masih mencintainya tapi ku tak ingin mengorbankan seisi rumah ini hanya karena rasa cintaku pada Dani. Kuhapus cinta itu. Kubukakan pintu cerai untuknya.
..Sikapnya semakin kasar. Pukulan demi pukulan melayang ketubuhku bila aku tengah mengingatkannya. Tak puas dengan pukulan, terkadang ia gunakan senjata atau barang yang ada di dekatnya. Senjata angin berpeluru pernah ditodongkan ke arahku...
Bagaimana responnya saat kunyatakan permohonan cerai itu? Dia menangis sejadi-jadinya. Dia menyesal perbuatannya dan tidak ingin bercerai denganku. Ternyata macan itu sudah copot taringnya. Dia merayukku agar tidak menceraikannya. Dia tidak mau berpisah denganku dan anak-anak. Semua bujuk rayu tak kuhiraukan. Aku keukeuh terhadap pendirianku. Cerai adalah jalan terbaik. Kami pun akhirnya berpisah.
Enam bulan kemudian, dia merayukku untuk rujuk karena tidak ingin berpisah dengan keluarga. Melihat kesungguhannya untuk kembali kepada keluarga,., aku pun membuka pintu maaf. Kami pun dinikahkan kembali disaksikan keluarga dan kerabat. Sesuai dengan janjinya, pada awalnya dia memang bersikap baik. Seperti Dani yang pertama kukenal. Karena terseret pergaulan yang lama, dia terbawa arus syetan lagi. Dia kembali mabuk-mbukan dan bersikap kasar lagi.
KDRT (kekerasan dalam rumah tangga, red) akrab dengan kami lagi. Aku pun, mengingatkan lagi agar suamiku menghindar dari dunia sesat. Nasehat-nasehat demi nasehat tidak mempan lagi baginya. Aku pun memintanya bercerai lag. Dan, tidak ingin kembali ke dalam pangkuannya.
Banting Tulang Demi Anak...
Di hati kecilku, berat sesungguhnya ditinggal suami. Yang mana aku harus banting tulang mencari nafkah demi ketiga anakku. Tapi bila mengingat tabiatnya yang tak berubah, aku berusaha tegar. Kuserahkan semuanya pada Ilahi. Kuyakin bila aku berusaha, Dia tidak akan menutup mata-Nya. Yang Maha Kuasa tidak akan membiarkan kami kelaparan.
Alhamdulillah, berkat bantuan Emak dan Abah dan juga saudaraku lainnya aku bisa menafkahi anak-anakkuk. Mereka juga mengerti, aku tidak tinggal diam. Aku tetap bekerja sebagai penjahit sandal dan sepatu. Namun, karena upahku teramat minim, aku pun dijinkan oleh Emak dan Abah untuk bekerja ke luar kota. Beberapa kota besar sudah kusinggahi. Anak-anak diurus oleh Emak dan Abah.
..Di hati kecilku, berat sesungguhnya ditinggal suami. Aku harus banting tulang mencari nafkah demi ketiga anakku. Tapi bila mengingat tabiatnya yang tak berubah, aku berusaha tegar. Kuserahkan semuanya pada Ilahi. Kuyakin Yang Maha Kuasa tidak akan membiarkan kami kelaparan...
Sebenarnya, hati ibu mana yang mau meninggalkan buah hati hanya karena uang. Semua itu, kulakukan demi kelangsungan hidup mereka termasuk biaya sekolah. Belasan tahun aku bekerja sebagai pembantu hingga akhirnya kupilih bekerja dilingkungan desaku. Di mana aku bisa pulang ke rumah pada sore atau malam hari saat majikanku pulang bekerja.
Tanpa terasa, anak-anakku beranjak dewasa, kini ketiga putriku telah menikah. Dan, aku telah memiliki 4 orang cucu. Saat mereka menikah, bersyukur bapaknya hadir menjadi walinya anak-anak. Alhamdulillah pula, anak-anaknya masih mau menerima bapaknya pada pesta perkawinan mereka. Hubunganku dengan mantan suami kini baik-baik saja. Kini dia telah menikah lagi. Yang membuatku bahagia, mantanku itu, telah kembali ke jalan yang benar. Dan, bekerja sebagai petugas keamanan pada sebuah perumahan elit.
Meski dia sudah menikah lagi. Ini tidak membuat iri hati, Dan tidak ada keinginan untuk merebut hatinya. Aku tidak ingin merusak rumah tangga suamiku. Aku pun tidak ingin menikah dengan laki-laki lain. Aku merasa trauma dengan kejadian masa laluku. Lagipula, aku sudah merasa tua. Aku merasa bersyukur dan bahagia dengan kehadiran cucuku yang lucu. Meski kini profesiku masih sebagai pembantu, aku masih bisa membagi waktuku untuk mengurus cucu serta Emak dan Abah yang kini berusia senja dan kerap sakit-sakitan.
Api Melahap Seluruh Harta Bendaku...
Meski hidupku senantiasa dalam ketidakcukupan, aku selalu berusaha untuk mensyukurinya karena ini semua sudah merupakan takdir bagiku. Aku menerimanya dengan ikhlas. Namun keikhlasan itu belumlah cukup. Ternyata Allah memberi cobaan lain yang sangat berat kurasakan.
Di keheningan malam, di tengah lelapnya tidur, tiba-tiba kami dikejutkan oleh orang-orang yang tinggal di sekeliling kami. “Kebakaran, kebakaran, Bi Alia, Emak, Abah, semua keluar rumah,” yang sempat kudengar teriakan tetanggaku. Duh, jantung seperti mau copot. Sekujur tubuhku lemas. Benar saja, pandangan kami kabur. Asap dan api sudah mengelilingi kami. Meski lemas, kuajak cucu, anak-anak, dan menantu. Masing-masing kami menerobos api yang bersyukur belum membesar. Sehingga kami bisa menyelamatkan diri.
..aku selalu berusaha untuk mensyukurinya karena ini semua sudah merupakan takdir bagiku. Ternyata Allah memberi cobaan lain yang sangat berat kurasakan. Tengah malam, kebakaran menghabiskan rumah dan seluruh isinya. Hanya baju yang kami kenakan yang luput dari jangkauan api...
“Astagfirullah, ketika sudah ada di luar rumah yang mana masyarakat sudah berkerumun di depan rumah, kami baru ngeuh kalau Abah masih tertinggal di dalam rumah. “Abah, Abah, cepat keluar rumah!” kami semua berteriak histeris. Rupanya Abah tengah terlelap dalam tidurnya. Dia tidak menyadari apa yang sedang terjadi Lalu warga rame-rame menerobos rumah dan membopong Abah. Sambil menangis Abah kami peluk-peluk erat. “Alhamdulillah, kuabsen satu persatu anggota keluargaku, semua lengkap bisa keluar rumah dalam kondisi selamat.”
Tetapi, doaku sambil berteriak histeris “Ya Allah! Selamatkan rumah kami! Cuma inilah rumah kami satu-satunya! Kumohon padamu ya Allah!” Sesekali aku bersujud memohon kebesaran-Nya. Namun, Allah berkehendak lain, api itu semakin membesar dan melebar. Apinya semakin lapar melahap apa saja yang ada didekatnya. Lidahnya menjilat dengan lincahnya. Pupus sudah harapan kami untuk menyelamatkan harta kami satu-satunya. Padahal keluarga, masyarakat sekitar, serta pemadam kebakaran begitu gigihnya memadamkan si jago merah.
Ternyata kami kalah gagahnya dengan api ini. Dia semakin galak. Warga sekitar pun larut dalam ketegangan. Mereka pun, khawatir api ini loncat ke rumah mereka. Karena rumah kami sangatlah berdekatan. Semakin lama aku semakin tidak bisa berbuat apa-apa. Teriakanku hanya cukup dalam hati. Tengah malam, api baru berhasil dipadamkan. Namun, api itu sudah menghabiskan rumah dan seluruh isinya. Tak ada barang yang bisa diselamatkan. Hanya baju yang kami kenakan yang luput dari jangkauan api
Sebagai orang beriman, seharusnya aku bersyukur, keluargaku masih utuh. Secara fisik kami tidak ada yang terluka. Orang-orang di sekitar kami selalu mengingatkan hal itu. Tapi, aku tetap saja merasa tidak rela kehilangan rumah dan benda yang hasil kerja kami.. Hatiku terluka. Ini yang membuatku sakit hingga berminggu-minggu. Depresi berkepanjangan. Hari-hariku dipenuhi dengan lamunan.
Masyarakat dan keluarga tak bosan-bosannya memberi spirit kepada keluarga. Pemerintah setempat memberikan bantuan bahan-bahan bangunan. Warga bergotong-royong membangun rumahku. Sementara kami tinggal di madrasah yang kebetulan posisinya di depan rumah. Bantuan demi bantuan terus berdatangan hingga orang-orang yang tidak kami kenal sekali pun.
Subhanallah! Inilah kebesaran-Mu ya Allah. Mata hatiku mulai terbuka. Begitu banyak orang yang membantuku dengan ikhlasnya. Inilah yang membuatku menyadari kesalahanku. Aku terharu melihat kebaikan mereka. Disinilah, tampak kebersamaan kami.
Rasanya tak sabar aku ingin melihat rumahku berdiri kembali. Dan, setelah jadi, alhamdulillah, rumahku jauh lebih bagus dan kuat dibanding dengan rumahku yang dulu. Rumahku sekarang, disekat-sekat menjadi 3 bagian. Bagian pertama diperuntukkan bagiku, Ani, dan kedua orang tuaku. Yang lainnya, untuk juga kedua anakku yang telah berumah tangga. Si bungsu Ani, waktu itu belum menikah. Sehingga kami bisa berkumpul tetapi privasi menantu dan anakku tetap terjaga. Sedikit banyak merek jadi lebih mandiri “Terima kasih ya Allah atas segala kebesaran-Mu ini,” tak bosan-bosannya aku bersyukur.
Hingga kini, meski usiaku hampir mendekati 50 tahun, aku tetap bekerja sebagai pembantu rumah tangga hingga siang hari. Sisa waktu aku menyempatkan diri untuk mengurus rumah serta kedua orang tua. Mereka sekarang sudah sangat sepuh. Emak usianya sekitar tujuh puluhan tahun. Sementara Abah, delapan puluhan tahun. Meski lelah, aku bersyukur karena diberi kesempatan untuk mengabdi kepada orang tuaku. Subhanallah!
[Seperti yang dituturkan Alia kepada reporter voa-islam.com, Herawati Dachlan]
“Maka mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah dan mereka juga tidak menjadi lesu (patah semangat) serta tidak menyerah (kepada musuh), dan Allah sangat menyukai orang-orang yang sabar” (Ali ‘Imran 146).
“Dan kami telah menguji mereka dengan kebaikan (kenikmatan) dan kejelekan (bencana) agar mereka mau kembali (ke jalan yang benar)” (Al-A’raf 168).
Langganan:
Postingan (Atom)

