Minggu, 26 Juni 2011

Bumbuilah,...!!! Agar Nasi yang Menjadi Bubur itu Terasa Nikmat

 Nasi memang sudah menjadi bubur. Kalau dibiarkan dengan harapan menjadi nasi kembali, hanya akan menjadikannya keras dan tidak bisa lagi dinikmati. Jika dimasak kembali semakin menambahnya tidak karuan. Jika dibuang, bukankah itu sayang.
Banyak peristiwa yang sudah menjadi “bubur”. Sudah terlanjur terjadi. Tersisa penyesalan saja. Awalnya kita berharap peristiwa itu menjadi selezat nasi. Bisa sempurna sesuai rencana rencana. Tapi a apa dikata, karena satu sebab nasi tak kunjung jadi dan justru berubah menjadi bubur.
                Penyesalan berkepanjangan hanya menambah semuanya menjadi tidak nyaman. Sudah saatnya kita berhenti dari penyesalan yang tidak berarti. Menggerutu sepanjang hari membuat bubur semakin tidak enak dan nasi tetap tidak kunjung datang.
                Langkah yang tidak tepat ini harus diganti dengan segera mencari segala hal yang membuat bubur menjadi hidangan selezat nasi, Atau menjadi hidangan lain yang bisa melupakan kita kepada nasi.
                Keterlanjuran kita dalam memilih dan bertindak, sementara kita sangat tidak nyaman dengan pilihan dan tindakan itu, jalan terbaiknya adalah segera merubah kata. Merubah dari kata terpaksa hingga menjadi kata rela. Berusaha untuk menikmati pekerjaan dan pilihan itu. Dan berusaha pelan-pelan untuk melupakan keinginan masa lalu, jika sudah tak mungkin kembali lagi. Sulit memang, namun bukan berarti tidak bisa. Seiring dengan waktu dan semakin terasa hasil dari pilihan keterlanjuran itu, kita akan segera bisa melupakan gelora pada pilihan yang pertama.
                Sumpah serapah , gerutu, penyesalan berlarut-larut hanya akan membuat kita tidak nyaman, dan harapan pertama pun belum tentu bisa kita raih. Akhirnya kita rugi dua kali. Padalah kita bisa untung sekali yang mungkin suatu saat nanti bisa untung dua kali.

KATAKANLAH, APA YANG DIKEHENDAKI-NYA PASTI TERJADI

Ibnu Qoyyim berkata, “Kegelisahan hati disebabkan dua hal. Sebab pertama kesedihan terhadap hal yang terlanjur terjadi. Dan sebab kedua kegundahan dalam memprediksi masa depan. Keduanya adalah kelemahan. Yang terlanjur tidak hilang hanya dengan sedih. Tetapi harus disikapi dengan rela, banyak memuji, sabar, iman kepada taqdir dan ucapkan, apa yang dikendakinya_nya pasti terjadi.”
                Kajian Ibnu Qoyyim selalu mendalam. Dalam menyikapi keterlanjuran, salah satu sikap yang tepat adalah mengucapkan , apa yang dikehendaki-Nya pasti terjadi. Karena tidak ada yang keluar dari lingkaran takdir Allah. Semuanya telah tercatat sebelum penciptaan langit dan bumi.
                Keterlanjuran yag kita sesali pun sudah merupakan bagian yang ditakdirkan. Maka ucapan itu merupakan bentuk dari keimana kita terhadap takdir yang merupakan pilar tak terpisahkan dari rukun Iman yang enam. Ini juga akan menentamkan hati kita sebagai seorang mukmin.
                Dalam sebuah hadist Rasul yang panjang beliau melarang seseorang untuk beranda-andai. Andai saja saya berbuat begini pasti akan begitu. “Tetapi katakan, Apa yang dikendaki Allah pasti terjadi.”
                Kata-kata indah ajaran Rasulullah ini, juga bisa menutup pintu syetan yang masuk melalui berandai-andai. Agar kita tidak masuk pada jebakan syetan untuk memperpanjang angan-angan, duduk diam terpaku, menyesali yang lalu dan tak mampu berbuat banyak, serta lemah dalam menyikapi tantangan di hadapan.
                Keterlanjuran adalah momen hidup yang harus dijadikan bagian dari pijakan untuk sukses. Kecuali ketrlanjuran dalam kemaksiatanN yang memang harus dibongkat total dan tdak ada kompromi. Agar hidup kita semunya bermakna.

TERIMALAH, TIDAK ADA PERISTIWA TAMPA MAKNA

Terimalah. Karena melawan pun terkadang hanya menguras tenaga tampa makna. Bukan berarti kita tidak boleh berjuang mendapat harapan pertama kita. Tetapi kini sudah terjadi. Keterlanjuran ada yang sudah tidak mungkin dibenahi lagi. Kata menerima akan membantu kita mendapatkan ketenangan. Menjauhkan kegelisahan yang tidak ada habisnya.
                
Seorang perempuan dari suku terhormat Mekkah mencuri. Tentunya ini menjadi aib besar yang menodai kebesaran dan kebaikan suku itu. Masalah ini disampaikan kepada Rasulullah.  Rasulullah mengatakan bahwa perempuan itu harus dipotong tangannya. Karena ia telah dengan sah terbukti mencuri jumlah harta yang sudah harus membuat tangannya dipotong. Ini keputusan yang sudah dibayangkan oleh para sahabat yang mengadukan masalah ini.
                
Setelah itu, terjadilah suara-suara di kalangan mereka untuk meminta keringanan hukuman untuk perempuan itu. Maka dipilihlah orang yang terdekat dan dicintai Nabi untuk memintakan keringanan hukuman. Usamah bin Zaid putra dari putra angkat Nabi. Dialah yang dipilih untuk menyampaikan keinginan mereka. Usamah pun pergi menghadapi Nabi.
                
Ternyata Nabi tetap pada keputusannya dan berkata, “Tidakkah permasalahan kalian ini, kalian selesaikan sendiri sesame kalian, sebelum masalahnya sampai padaku.”
               
Terlanjur masalah sampai kepada Rasulullah sebagai hakim. Ketika masalah sudah sampai kepada hakim, tidak ada lagi kata dicabut. Maka dari itu Nabi mengingatkan, mengapa masalah ini tidak diselesaikan secara damai saja sebelum sampai kepada hakim.
               
Apa dikata kasus sudh masuk pengadilan. Dan vonis harus dijalankan. Walaupun dia perempuan trhormat, tidak ada perbedaan dalam hokum Islam. Semua tingkatkan social sama di mata Allah. Perempuan itu harus menerima untuk dipotong yangannya.
              
  Begitu pula masalah dalam hidup kita. Ada kalanya tidak mungkin lagi benang jalan hidup ditarik ke belakang. Yang ada adalah menerima yang ada dengan kelapangan jiwa dan kebesaran hati.

Mari Kita Renungkan Semoga Dapat Memperbaiki Diri Kita

SEPULUH TANDA HATI MATI.....
01. KITA MENGAKU KENAL DAN CINTA ALLAH SWT TAPI TIDAK MENUNAIKAN PERINTAH NYA
02. KITA MENGAKU CINTA RASULULLAH TAPI MENGABAIKAN SUNNAH NYA
03. KITA MEMBACA AL'QURAN TAPI TIDAK BERAMAL DENGAN HUKUM-HUKUM DI DALAMNY...A
04. KITA MEMAKAN NIKMAT ALLAH SWT TAPI TIDAK MENSYUKURI PEMBERIAN NYA
05. KITA MENGAKU MUSUH SEYTAN TAPI MENGIKUTINYA
06. KITA MENGAKUI NIKMAT SURGA TAPI TIDAK MAU BERAMAL UNTUK MENDAPATKANNYA
07. KITA MENGAKUI ADANYA SIKSA NERAKA TAPI TIDAK BERUSAHA MENJAUHI NYA
08. KITA MENGAKUI BAHWA KEMATIAN AKAN DATANG PADA SETIAP JIWA TAPI TIDAK BERUSAHA MEMPERSIPKAN BEKALNYA
09. KITA SIBUK MEMBUKA AIB ORANG LAIN,TAPI TIDAK PERNAH INGAT AKAN AIB DIRI SENDIRI
10. KITA MENGHANTAR DAN MENGHUBUR JENAZAH TAPI TIDAK MENGAMBIL HIKMAHNYA

LIMA PERUSAK KEDAMAIAN HIDUP.... 

01. MEMBANDINGKAN KEKURANGAN DIRI DENGAN KELEBIHAN ORANG LAIN
02. BERSIKAP KASAR TENTANG SESUATU YANG BISA DI TANGANI DENGAN SANTUN
03. MENUNDA MELAKUKAN SESUATU SAAT ITU MASIH MUDAH MELAKUKAN
04. MEYAKINI BAHWA HANYA ORANG TIDAK JUJUR YANG AKAN MENDAPAT KESEMPATAN
05. MELIHAT KEBERHASILAN ORANG LAIN SEBAGAI KEBERUNTUNGAN DAN KESULITAN HIDUP DIRI SENDIRI SEBAGAI NASIB

SEBELAS TANDA-TANDA ORANG CELAKA 

01. Rakus untuk mengumpulkan harta
02. Tujuan hatinya hanya kesenangan,nafsu dan kelezatan dunia
03. Kotor bicaranya dan banyak menggunjing orang
04. Meremehkan sholat lima waktu
05. Pergaulannya bersama orang-orang durhaka
06. Buruk budi pekertinya
07. Membanggakan dirinya dan congkak
08. Menahan diri untuk memberi manfa'at kepada orang lain
09. Sedikit sekali rasa sayangnya terhadap orang-orang mukmin
10. Menjadi orang yang kikir
11. Lupa terhadap mati...

KETAHUILAH SETIAP SESUATU PASTI ADA PENYAKITNYA.....
01. PENYAKIT BICARA ADALAH BOHONG
02. PENYAKIT ILMU ADALAH LUPA
03. PENYAKIT IBADAH ADALAH RIY
04. PENYAKIT AKHLAK MULIA ADALAH KAGUM KEPADA DIRI SENDIRI
05. PENYAKIT BERANI ADALAH MENYERANG
06. PENYAKIT DERMAWAN ADALAH MENGUNGKAPKAN PEMBERIAN
07. PENYAKIT TAMPAN ADALAH SOMBONG
08. PENYAKIT BANGSAWAN ADALAH MEMBANGGAKAN DIRI
09. PENYAKIT MALU ADALAH LEMAH
10. PENYAKIT MULIA ADALAH MENYOMBONGKAN DIRI
11. PENYAKIT KAYA ADALAH KIKIR
12. PENYAKIT ROYAL ADALAH HIDUP MEWAH
13. PENYAKIT AGAMA ADALAH NAFSU YANG DI PERTURUTKAN

ORANG DI KATAKAN ISLAM BILA :
01. MEMBACA DUA KALIMAT SYAHADAT
02. MENJALANKAN SHALAT
03. BERPUASA DI BULAN RAMADHAN
04. MEMBAYAR ZAKAT
05. MENUNAIKAN IBADAH HAJI(BILA MAMPU).

01. KENAPA KITA PERNAH MERASKAN PATAH HATI 

02. KENAPA KITA PERNAH MERASAKAN SEDIH.
03. KENAPA KITA PERNAH MERASAKAN JENUH DALAM MENGHADAPI HIDUP INI 

04. DAN KENAPA PULA KITA PERNAH MERASAKAN HAL-HAL YANG KURANG BERKENAN DI HATI.JAWABANNYA ADALAH KARENA KITA TIDAK MEMAHAMI TAKDIR ILAHI SECARA HAYATI...

KESUKSESAN YG MELUPAKAN

"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak & sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia & disisi Allahlah tempat kembli yang baik (surga)."/Qs Ali-Imran 14

Kesuksesan & kejayaan dunia serta banyaknya harta yang didapat oleh manusia, seringkali dapat mleupakan, bahkan menghanyutkan kepada khayalan bahwa ia akan hidup didunia ini selamanya
Seolah ia mengatakan kepada dunia tidak ada satupun yang dapat memisahkan antara dirinya dengan kesuksesan & kenikmatan yang sudah didapatkannya.

Ketika sapaan kematian sudah mulai datang, berupa rambut yang beruban, mata yang sudah mulai rabun, muka yang sudah mulai keriput, tenaga yang sudah mulai melemah, barulah akan tersadar, bahwa segalanya akan berpisah
Pemisah kenikmatan & kesuksesan dunia itu adalah kematian

Jadikanlah kesuksesan didnia ini dapat memberikan manfaat yang sebanyak-banyaknya
Khairunnas anfauhum linnas/Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.

KITA BUKAN APA- APA

"& tiadalah kEhidupan didunia ini, selain dari main-main & senda gurau belaka. & sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?"/Qs AlAnam 32

Kehidupan dunia adalah sandiwara, apapun peran kita , sebagai apapun kita, maka kamatian adalah akhir sagala peran terseb ut & harus mengembalikannya kepada Sang Sutradara, yaitu Allah SWT

Teramat naif kalau ada manusia bangga & yakin akan menjadi penguasa selamanya/kaya selamanya, karena kematian pasti akan mendatanginya, pasti akan masuk ke liang kubur yang tidak satupun harta benda, kekayaan, kejayaan yang dimiliki akan dibawa serta dalam kubur kecuali hanya selembar kain putih, itupun masih bagus, karena manusia terlahir tidak memliki apa2 kecuali hanya tubuh kecil yang telanjang

Masih pantaskah, masih layakkah kalau kita mengatasnamakan kesuksesan, keberhasilan, harta yang diraih dibanggakan sebagai sebutan kepemilikan ?, kita datang dengan tidak membawa apa2 & pergi pun bersama sesuatu yang tidak berharga

Ternyata pemilik sebenarnya Allah SWT. Lalu, masihkah kita menyangkal bahwa kita bukan apa2, bukan siapa2, kecuali hanya hamba Allah, yang tidak memiliki apa2..!!

KESABARAN TAK BOLEH ADA BATASNYA, KECUALI DUA HAL :

dalam hidup ini...

terkadang 
kita membenci kehadiran orang-orang yang menyusahkan kita; 
...
terkadang 
kita risau pada kondisi yang tidak menyenangkan atau kendala yang menghadang;

namun, ketahuilah, semua itu hanyalah soal-soal ujian yang diberikan Tuhan; jika kita mampu menjawab dan mengatasinya dengan baik dan benar, niscaya kita akan lulus dengan prediket memuaskan 

========== 

maka... 
tersenyumlah
meski dunia cuek padamu 

tersenyumlah
meski duka mendekapmu 

tersenyumlah 
meski amarah memenuhi dadamu 

tersenyumlah
meski tak semua tahu deritamu 

tersenyumlah! 
niscaya semua akan terasa indah 

======== 

sebab... 




= Hidup adalah belajar = 

Belajar bersyukur meski tak cukup; 

Belajar ikhlas meski tak rela; 

Belajar berbagi meski membutuhkan; 

Belajar taat meski berat; 

Belajar memahami meski tak sehati; 

Belajar bersabar meski terbebani; 

Belajar setia meski tergoda ... 

Belajar mencintai meski tak suka 

Belajar & teruslah belajar dengan keyakinan setegar batu karang, tak goyah walau dihempas gelombang realita kehidupan 

============== 

FILOSOFI HATI

seorang guru sufi menyuruh muridnya mengambil segelas air dan membubuhi segenggam garam; kemudian menyuruh si murid meminum air dari gelas itu. "Bagaimana rasanya?" 

"Asin sangat, Guru...." 

Lalu, sang guru mengajak si murid ke pinggir danau, kembali menyuruh si murid melakukan hal yang sama; menaburkan segenggam garam, menceduk air danau dengan telapak tangan dan meminumnya. "Bagaimana rasanya?" 

"Segar, Guru...." 

"Begitulah hatimu, Nak! Jika ruang hatimu sempit menerima realita miris kehidupan, kau akan tersiksa. Sebaliknya, jika engkau melapangkan hatimu, niscaya takkan ada persoalan yang terlalu berat untuk diatasi." 

jika engkau memandang kehidupan ini dengan persepsi negatif, hal apa pun akan membuatmu susah; 

jika engkau menerima realita apa pun dalam hidupmu dengan persepsi positif, bahkan penderitaan pun akan kau rasa indah 

terkadang kita teramat kesal menghadapi sifat egois seseorang ... 

pernahkah engkau memancing ikan di sungai atau di laut? 
ketika umpan pada mata kailmu ditelan ikan besar, jangan buru-buru engkau tarik jika tali pancingmu halus; bisa-bisa putus, ikan tak jadi kau dapat 

tetapi, longgarkan dulu tali pancingmu dan biarkan si ikan kelelahan sendiri;.pada saatnya engkau bisa menarik ikan pancinganmu dengan mudah. 

artinya... 
dalam menghadapi orang yang egois, entah suami, isteri, anak-anak, kerabat atau sejawat; bersabarlah, ikuti apa maunya dalam batas yang wajar... pada saatnya engkau akan bisa melunakkan sifat egois orang itu 

atau, pernahkah engkau bermain layang-layang? 
manakala angin di angkasa bertiup kencang, lepaslah layang-layangmu dengan melonggarkan benang; jika habis sepuntaran, tambah dan sambung dengan puntaran berikutnya, tambah lagi dan lagi .... 

pada saatnya angin berhembus stabil, kau pun dapat mengendalikan layang-layang itu sesuai keinginanmu 

begitulah; kesabaran tak boleh ada batasnya, kecuali dua hal: tawakkal (+) atau putusasa (-)